LENSA BALI: Wagub Bali

Hot


Tampilkan postingan dengan label Wagub Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wagub Bali. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2025

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗰𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗖𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗢𝗹𝗮𝗵𝗿𝗮𝗴𝗮 𝗣𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗼𝗿𝘁 𝗧𝗼𝘂𝗿𝗶𝘀𝗺

Oktober 26, 2025 0


Denpasar, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bali masa bakti 2025–2029 yang digelar di Hotel Inna Bali Heritage, Jalan Veteran, Denpasar, Minggu (26/10).


Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di berbagai cabang olahraga, termasuk catur. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan surat pernyataan resmi mengenai dukungan penuh terhadap atlet agar mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional.


“Pemerintah menargetkan capaian medali emas, perak, maupun perunggu. Pembinaan akan lebih difokuskan pada program terstruktur, mulai dari jadwal kegiatan olahraga hingga menghidupkan kembali Porsenides (Pekan Olahraga Seni dan Desa),” ujar Wagub Giri Prasta.


Menurutnya, Porsenides menjadi wadah penting bagi generasi muda di desa, sekaligus sarana pembinaan berjenjang yang dapat diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.“Kita harus optimistis dalam pembinaan olahraga. Motivasi dan kompetisi adalah kunci untuk menumbuhkan semangat juang para atlet,” tambahnya.


Selain itu, Wagub juga mendorong kolaborasi antarkabupaten/kota untuk mengintegrasikan kegiatan olahraga ke dalam momentum perayaan hari jadi daerah. Ia secara khusus menyoroti potensi olahraga catur di Bali yang dinilai memiliki peluang besar menorehkan prestasi nasional.“Kami menargetkan lahirnya seorang Grand Master catur dari Bali. Pemerintah siap memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga catur. "Kemenpora sudah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan regulasi yang kuat. Target kita jelas, Indonesia harus bisa melahirkan juara dunia catur,” ungkapnya.


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus pusat, daerah, dan pemerintah daerah agar pembinaan atlet dapat berjalan maksimal serta mampu melahirkan bibit unggul sejak usia dini. Ketua Percasi Bali periode 2025–2030, I Nyoman Parta, juga menegaskan bahwa catur kini semakin relevan di tengah perkembangan zaman.


“Banyak anak sekarang cepat marah karena terlalu lama bermain gawai. Catur bisa menjadi solusi untuk melatih fokus dan pengendalian diri. Saya berharap para orang tua menjadikan catur sebagai kegiatan positif bagi anak-anaknya,” ujarnya.


Parta menambahkan, ke depan pihaknya akan menggalakkan program Catur Goes to School dan Catur Goes to Banjar agar olahraga ini semakin membumi di tengah masyarakat Bali. “Dulu orang bermain catur mudah ditemui di bale banjar. Tradisi itu akan kita hidupkan kembali. Bahkan catur bisa kita dorong menjadi bagian dari sport tourism di Bali,” sambungnya.


Dalam kesempatan tersebut, Parta juga menyampaikan kabar gembira bahwa kontingen Bali berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Java Chess, menandakan besarnya potensi atlet catur Bali di masa depan.


Dengan dilantiknya pengurus baru Percasi Bali, diharapkan sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan masyarakat semakin kuat dalam mengangkat prestasi catur Bali di kancah nasional maupun internasional. (editor/GP)


Read More

Selasa, 21 Oktober 2025

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗡𝘆𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 𝗡𝘆𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶, 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻

Oktober 21, 2025 0



Badung, Lensabali.id – Suasana penuh makna dan kebersamaan menyelimuti Banjar Adat Nyelati, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa (Anggara, Umanis, Wariga) 21 Oktober 2025. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, hadir langsung dalam Karya Atma Wedana, Mepetik, dan Metatah Masal yang digelar krama adat setempat.


Dalam karya suci ini, tercatat sebanyak 17 sawa mengikuti prosesi nyekah, 18 peserta metatah, dan 9 bayi menjalani upacara nelu bulanin. Kehadiran Wagub Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung Ida Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Sumiati, dan anggota DPRD Badung I Wayan Regep disambut hangat oleh masyarakat adat Nyelati.


Setibanya di lokasi, rombongan langsung menuju peyadnyan tempat berlangsungnya prosesi upakara. Di sela kegiatan, Wagub Giri Prasta tampak akrab berinteraksi dengan warga, berbincang ringan tentang makna dan nilai-nilai luhur dalam upacara atma wedana, metatah, dan nelu bulanin.


Dalam sambutannya, Giri Prasta menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara kemajuan dan pelestarian adat.

“Banjar Nyelati ini luar biasa. Boleh maju, boleh modern, tapi jangan pernah meninggalkan akar budaya dan adat Bali. Karena dari sinilah jiwa kita berasal,” ujarnya penuh semangat.


Ia juga mengapresiasi kekompakan krama adat, tokoh masyarakat, hingga yowana yang bersatu menjalankan swadharma agama. Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta memberikan dana punia sebesar Rp 25 juta kepada panitia upacara.


“Dumogi pemargi pujawali rahina mangkin puniki prasida memargi antar, sida sidaning don, lan nemu labda karya,” doa beliau, seraya berharap karya suci ini membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.


Kehadiran Giri Prasta di tengah masyarakat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir, ngiring ngayah bersama krama adat dalam menjaga warisan leluhur yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bali. (editor/GP)

Read More

Jumat, 25 Juli 2025

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗬𝗮𝗱𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗦𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴, 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗦𝗼𝗹𝗶𝗱𝗮𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻

Juli 25, 2025 0
Wagub Giri Prasta Hadiri Yadnya Massal di Sading, Tekankan Nilai Solidaritas dan Kebersamaan

BADUNGLensabali.id – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri pelaksanaan Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Kinembulan Desa Adat Sading, Mengwi, Kamis (25/7/2025). Acara ini diawali penyambutan tarian Rejang Jagat Sading oleh 150 ibu-ibu PKK setempat.

Giri Prasta mengapresiasi pelaksanaan yadnya yang dinilai berjalan baik dan sesuai dengan tata upakara. Ia menjelaskan bahwa upacara ini meliputi berbagai tahapan seperti warak keruron, ngaben, nyekah, mesangih, hingga sanan empeg, yang diikuti oleh 405 peserta. Ia juga mendorong agar ke depannya dilengkapi dengan upacara menek kelih (Raja Sewala dan Raja Singa) guna menyempurnakan siklus yadnya dari lahir hingga akhir hayat. 

Wagub Giri Prasta Hadiri Yadnya Massal di Sading, Tekankan Nilai Solidaritas dan Kebersamaan

Menurutnya, yadnya massal yang diinisiasi oleh desa adat merupakan bentuk nyata solidaritas sosial yang mampu meringankan beban masyarakat, terutama secara ekonomi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Bendesa Adat Sading, Ketut Surata, menyampaikan bahwa karya ini rutin digelar setiap lima tahun sekali sesuai awig-awig desa. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Badung dan Pemprov Bali, yang turut berperan dalam renovasi pura-pura melalui dana hibah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta bersama istri, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Bali, dan DPRD Badung. (hms/ap)



Read More

Rabu, 23 Juli 2025

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗦𝗶𝘄𝗶 𝗚𝗲𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻

Juli 23, 2025 0
Wagub Bali Giri Prasta Hadiri Karya Mendem Pedagingan di Pura Rambut Siwi Getasan

BADUNGLensabali.id - Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri dan melaksanakan prosesi upacara Mendem Pedagingan di Pura Rambut Siwi, Banjar Kauh, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Selasa (22/7). Karya agung ini merupakan bagian dari rangkaian Melaspas, Mendem Pedagingan Medasar Rsi Gana, Panca Kelud, Mecatur dan Mejaba Jero di pura yang menjadi pusat spiritual masyarakat setempat.

Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Diksa Singraja Manuaba dan turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam Sambrama Wacana-nya, Wakil Gubernur Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kekompakan serta semangat gotong royong Krama Desa Adat Getasan, khususnya di Banjar Kauh. Ia juga mengenang masa kecil dan remajanya yang akrab dengan pura tersebut.

“Saya merasa bangga. Dulu, setelah pemekaran desa, ternyata dengan kegigihan Krama dan jajaran, kini Getasan menjadi luar biasa. Saya teringat masa kecil saat sembahyang dan menonton drama gong di Wantilan Getasan,” kenangnya dengan haru.

Giri Prasta juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat ikut berperan dalam pembangunan Pura Rambut Siwi. Ia menegaskan memiliki ikatan emosional yang kuat secara niskala terhadap pura tersebut, mengingat masa kecilnya banyak dihabiskan di Banjar Kauh.

“I love you full, Krama dan pengempon. Saya jamin pemerintah tidak akan abai terhadap kebutuhan pembangunan pura maupun pelaksanaan upacara-upacara umat Hindu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembangunan ke depan agar pelaksanaan pujawali dapat berjalan lebih ringan, tanpa membebani Krama dengan iuran tambahan.

“Tujuan kita agar nantinya Krama cukup ngayah saja, tanpa perlu urunan lagi. Karena saya tahu, dari tingkat rumah tangga hingga upacara pujawali di pura, semuanya membutuhkan materi dan waktu yang tidak sedikit,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Giri Prasta secara pribadi memberikan punia sebesar Rp25 juta. Putranya, Bima Nata, turut memberikan punia dengan jumlah yang sama.

Sementara itu, Perbekel Desa Getasan, I Wayan Suandi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Wakil Gubernur sebagai upasaksi rangkaian upacara sekaligus pendukung pembangunan spiritual dan infrastruktur desa.

“Terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak Wakil Gubernur Bali. Ini menjadi penyemangat bagi kami,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pura Rambut Siwi Getasan sebelumnya telah menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung pada tahun 2024 sebesar Rp5.190.680.000 untuk pembangunan wantilan, bale pewaregan, dan tembok penyengker. Pada tahun 2025, desa juga mengalokasikan dana APBDes sebesar Rp319 juta untuk pelaksanaan upacara Melaspas, yang ditambah dengan urunan dari warga.

Upacara berjalan khidmat dalam suasana penuh kebersamaan. Kehadiran Wakil Gubernur Bali disambut hangat oleh Krama Desa Getasan yang hadir dengan kompak, ngayah, dan menghaturkan bhakti-nya di Pura Rambut Siwi Getasan. (hms/ap)


Read More

Selasa, 22 Juli 2025

𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗣𝗪𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗔𝗱𝗮 𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗪𝗮𝗿𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗔𝗯𝗮𝗹-𝗔𝗯𝗮𝗹

Juli 22, 2025 0


Apresiasi Kepengurusan Baru PWI Bali, Wagub Giri Prasta Tegaskan di Bali Tidak Ada Lagi Wartawan Abal-Abal

DENPASARLensabali.id  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyatakan bahwa keberadaan wartawan di Bali saat ini sudah memenuhi standarisasi dari pusat. Sebagian besar wartawan telah memiliki sertifikasi, sehingga diyakini tidak ada lagi wartawan abal-abal di Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat wawancara dengan awak media ketika mewakili Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali Periode 2025–2030, Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Bali dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Bali yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Selasa (22/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meyakini bahwa wartawan memiliki wawasan yang luas sehingga mampu mengedukasi masyarakat. “Wartawan juga diharapkan bisa memberikan berita yang berbobot, bahkan melalui berita dapat merecovery situasi yang sebelumnya tidak baik,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta juga menekankan komitmen pemerintah, khususnya Pemprov Bali, untuk terus mendukung keberadaan wartawan melalui kolaborasi yang baik dan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa indeks demokrasi di Bali menunjukkan capaian yang menggembirakan. Indeks Demokrasi Indonesia, Indeks Keterbukaan Informasi Publik, dan Indeks Kemerdekaan Pers di Bali secara konsisten berada di atas rata-rata nasional. “Ini menjadi cerminan bahwa Bali tidak hanya dikenal karena budaya dan keindahan alamnya, tetapi juga karena komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, ia mengajak insan pers di Bali untuk terus berkolaborasi memajukan pembangunan daerah. Wagub Giri Prasta bahkan menegaskan bahwa Pemprov Bali siap membantu wartawan yang menghadapi permasalahan. “Tidak ada intervensi pemberitaan dari Pemprov Bali. Silakan berkreasi, asalkan bijaksana,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun berharap PWI dapat menjadi organisasi yang dinamis. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memberikan ruang dan kebebasan bagi pers untuk menyampaikan pendapat dalam membangun bangsa. Namun, ia mengakui bahwa masih ada oknum pers yang menggunakan undang-undang tersebut secara berlebihan. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PWI dalam mengelola organisasi dan anggotanya,” jelasnya.

Demi membentuk jurnalis yang profesional, selain melalui sertifikasi, ia menyatakan akan membentuk sekolah jurnalis berdurasi satu minggu. Sekolah tersebut, menurutnya, tidak hanya mempelajari filosofi kewartawanan, tetapi juga nilai-nilai cinta kebangsaan. Hal ini karena PWI telah menobatkan diri sebagai organisasi merah putih—NKRI harga mati. “Jadi, anggota PWI adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai wartawan dan harus menjaga kedaulatan bangsa melalui pemberitaan yang membangun, bukan yang memecah belah bangsa,” tutupnya.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun melantik pengurus PWI Bali, di antaranya I Wayan Dira Arsana sebagai Ketua PWI Bali dan I.G.M. Dwikora Putra sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Bali periode 2025–2030 serta pengurus IKWI Bali.(hms/ap)



Read More

Senin, 21 Juli 2025

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝗽𝘂𝗿𝗻𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗, 𝗙𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗔𝗣𝗕𝗗 𝟮𝟬𝟮𝟱

Juli 21, 2025 0

DENPASAR, Lensabali.id  – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Rapat Paripurna Ke-25 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (21/7). Rapat ini membahas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa. Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan strategis dan catatan kritis terhadap usulan perubahan anggaran yang sebelumnya telah dijelaskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, pada 9 Juli 2025.

Dalam penjelasan gubernur, perubahan APBD tahun 2025 mencakup rencana pendapatan sebesar Rp6,50 triliun—naik 7,85% dari anggaran induk Rp6,02 triliun. Sementara belanja daerah dirancang sebesar Rp7,07 triliun, meningkat 3,56% dari sebelumnya Rp6,82 triliun. Defisit dirancang sebesar Rp569,42 miliar, turun signifikan 71,21% dari angka awal Rp799,66 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dan pinjaman jangka pendek, termasuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp401,46 miliar.

Fraksi-fraksi menegaskan bahwa perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan cerminan dari dinamika kebijakan fiskal yang harus mengedepankan keadilan sosial, keseimbangan ekologis, dan keberlanjutan pembangunan, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Selain itu, fraksi DPRD menekankan pentingnya pelaksanaan APBD dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan terhadap rakyat. Mereka juga mengingatkan agar setiap perubahan anggaran tetap menjamin efektivitas program prioritas, pemenuhan hak dasar warga, dan kesinambungan agenda pembangunan daerah.

Dalam fungsi pengawasan, fraksi-fraksi turut memberikan catatan dan masukan terhadap substansi Raperda, dengan harapan agar setiap kebijakan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Bali. (hms/ap)

Read More

Senin, 14 Juli 2025

Hadiri Upacara Pitra Yadnya, Wagub Giri Prasta Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Generasi Terhadap Leluhur

Juli 14, 2025 0


 


Gianyar, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan pentingnya generasi penerus untuk tidak melupakan tanggung jawab terhadap para leluhur, meskipun mereka telah tiada. Hal ini disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya Prenawa Agung lan Nyekah Kinembulan di Setra Desa Adat Kedewatan, Gianyar pada Minggu (Redite Umanis, Menail) 13 Juli 2025.

"Kesuksesan dan kemampuan kita untuk berkarya di dunia ini merupakan hasil dari perjuangan para leluhur pada zamannya. Ketika mereka telah tiada, menjadi kewajiban kita untuk melakukan upacara pembersihan agar mereka memperoleh tempat yang layak dan dapat bereinkarnasi untuk menyelesaikan karma yang belum tuntas di kehidupan sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari karma sesana yang harus dijalani dan dipertanggungjawabkan sebagai bentuk pelunasan atas utang kehidupan sebelumnya. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan budi harus mampu memilah dan memilih perbuatan yang benar, agar tidak menyakiti makhluk lain.

Upacara Pitra Yadnya Prenawa Agung lan Nyekah Kinembulan ini memberikan kesempatan kepada keluarga yang masih memiliki sawe (jenazah yang belum dikremasi) yang tertanam di tanah (mekingsan di pertiwi) untuk mengikuti rangkaian upacara ngaben massal yang dilaksanakan pada Senin (14/7). Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan upacara nyekah/mamukur dan ngelinggihin, yakni penempatan roh leluhur yang telah disucikan ke rong tiga. Upacara tahun ini diikuti oleh 57 sawe dan juga melibatkan 100 peserta dalam upacara metatah (potong gigi).

Bendesa Adat Kedewatan, I Nyoman Sudiana, menjelaskan bahwa Upacara Pitra Yadnya Prenawa Agung lan Nyekah Kinembulan rutin dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mempersiapkan prosesi, baik dari segi biaya maupun perlengkapan upakara, yang semuanya dilakukan secara bergotong royong.(hms/ap)

Read More

Minggu, 06 Juli 2025

Hadiri Paruman Agung Pasikian Yowana Bali, Wagub Giri Prasta Dorong Peran Yowana sebagai Pilar Masa Depan Bali

Juli 06, 2025 0

 Denpasar, Lensabali.id - Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Paruman Agung Pasikian Yowana Bali yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Sabtu (5/7). Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya peran generasi muda (yowana) sebagai pilar masa depan Bali, sekaligus bagian dari tiga pilar sosial adat yang dikenal sebagai Wimuda, Winata, dan Wiwerda.

“Tiga pilar Wimuda (anak-anak) - Winata (pemuda/yowana) - Wiwerda (orang tua) adalah fondasi sosial di banjar adat kita. Ketiganya harus bersatu demi kemajuan desa adat dan Bali ke depan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Giri Prasta mengajak seluruh yowana untuk bersama-sama membangun masa depan Bali yang berkelanjutan, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga demi anak cucu di masa mendatang. “Kami telah menyiapkan tatanan. Setelah pengukuhan hari ini dan sebelum pembahasan APBD Provinsi Bali 2025 serta Kabupaten/Kota 2026, saya pastikan yowana akan duduk bersama untuk menyusun program-program strategis,” tegasnya.

Wagub juga mengingatkan agar kemajuan Bali tidak mengorbankan akar budaya dan tradisi. “Bali harus tetap menjadi Bali. Pembangunan harus berlandaskan pada nilai-nilai adat, budaya, dan spiritualitas. Bali bukan sekadar provinsi; Bali dibangun oleh orang-orang suci, oleh nilai luhur dan budaya yang hidup,” katanya dengan penuh semangat.

Di tengah era digital dan kecerdasan buatan (AI), Wagub menekankan pentingnya peran yowana dalam menyikapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. “Kalian sudah mengenal era 4.0 dan 5.0. Gunakan itu untuk membangun jembatan emas menuju masa depan Bali. Tapi ingat, tetaplah menjadi tuan di rumah sendiri,” pesannya kepada seluruh yowana yang hadir.

Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, juga menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah akan semakin memperkuat potensi Yowana Bali.

“Yowana Bali akan semakin mantap dan berdaya atas dukungan pemda. Dari merekalah nantinya akan muncul pemimpin-pemimpin Bali masa depan. Potensi yowana luar biasa, tapi tantangan ke depan tidak semakin mudah, melainkan semakin berat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa yowana memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa. “Yowana akan menjadi penjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Bali adalah barometer Indonesia. Karena itu, yowana harus mampu memahami dan mengikuti dinamika global, nasional, dan lokal secara cerdas,” tutupnya.

Sebagai perwakilan generasi muda Bali, Diana Putri, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Pasikian Yowana Bali periode 2025–2030, turut menyampaikan sambutannya. Ia mengungkapkan komitmennya untuk membawa yowana menjadi kekuatan strategis dalam membangun Bali yang maju dan tetap berakar pada budaya.

“Ini bukan sekadar amanah, tapi sebuah tanggung jawab suci bagi kami, generasi muda Bali. Kami siap bersinergi dengan pemerintah, desa adat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga identitas Bali sekaligus menjawab tantangan zaman,” ujar Diana.

Ia menegaskan bahwa Yowana Bali siap menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban Bali yang adiluhung. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perubahan. Kami ingin menjadi pelaku, pencipta, dan penjaga Bali. Kami siap berjalan di antara modernitas dan kearifan lokal demi masa depan yang gemilang bagi Bali dan generasi penerusnya,” pungkasnya.

Acara Paruman Agung Pasikian Yowana Bali ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan generasi muda dalam memperkuat jati diri Bali untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. (hms/ap)

Read More