TABANAN, Lensabali.id — Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster melaksanakan kunjungan ke tiga desa di Kabupaten Tabanan dalam rangka Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk Bergerak dan Berbagi, Rabu (18/2/2026). Tiga desa yang dikunjungi yakni Desa Kukuh, Kecamatan Marga; Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri; serta Desa Kebontingguh, Kecamatan Tabanan.
Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menaruh perhatian besar pada pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS). Ia bahkan menyampaikan harapannya agar Desa Kukuh dapat dijadikan salah satu desa percontohan PSBS, bersama dua desa lain yang dikunjungi, sebagai model penerapan pengelolaan sampah di wilayah Tabanan.
Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis lembaga yang dipimpinnya. “Sesuai dengan namanya, TP PKK adalah tim penggerak. Tugas kami menggerakkan partisipasi aktif masyarakat untuk menyukseskan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, struktur kader PKK yang menjangkau hingga dasa wisma menjadi kekuatan utama dalam mendukung berbagai program desa. “Kader PKK harus bergerak di semua bidang—pendidikan, sosial, lingkungan, dan lainnya. Mari kita bantu perbekel agar program desa berjalan optimal,” katanya.
Dalam aksi sosial tersebut, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan sosialisasi berbagai isu, dengan fokus utama pada PSBS. “Fokus kami saat ini adalah pengelolaan sampah berbasis sumber,” ucapnya.
Menurutnya, peran kader PKK—yang mayoritas ibu rumah tangga—sangat menentukan keberhasilan program ini. “Langkah awalnya adalah mengubah pola pikir, agar sampah dikelola secara berkelanjutan dan masyarakat tidak lagi bingung mencari tempat pembuangan,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Ibu Putri Koster mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap persoalan sampah karena dampaknya langsung dirasakan lingkungan.
Kegiatan Bergerak dan Berbagi di Desa Kukuh turut diisi sosialisasi PSBS oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Pada kesempatan itu, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 50 penerima yang terdiri dari balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kader PKK. Paket bantuan berisi beras 30 kilogram, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Sejumlah perangkat daerah juga menyalurkan bantuan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyerahkan 50 paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menyalurkan paket sembako untuk lansia, serta Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali memberikan susu bagi ibu hamil dan balita.
Dukungan lain datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali berupa multivitamin, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dengan tambahan telur dan 1.000 bibit cabai, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali yang menyalurkan 50 bibit pohon durian, alpukat, dan jambu kristal. Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menyerahkan buku resep olahan kue dan pangan lokal usai bimbingan teknis memasak.
Usai kegiatan di Desa Kukuh, Ibu Putri Koster melanjutkan sosialisasi ke Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Selain menekankan PSBS, ia juga mengingatkan dampak penggunaan gawai berlebihan pada anak. Para ibu diminta membatasi penggunaan gawai karena berpotensi mengganggu kesehatan mata dan mental anak.
Di Desa Adat Kebontingguh, ia mengajak para ibu meningkatkan konsumsi ikan dalam keluarga. “Persentase konsumsi ikan di Bali masih relatif rendah, padahal ikan kaya protein dan omega-3 yang sangat baik bagi pertumbuhan anak,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan berbagai program untuk memudahkan masyarakat memperoleh ikan berkualitas. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar