DENPASAR, Lensabali.id — Bali United belum menemukan ritme terbaik pada putaran kedua Super League 2025/2026. Dalam empat pertandingan beruntun, Serdadu Tridatu belum sekalipun meraih kemenangan, termasuk tiga laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Tak hanya gagal menang, Bali United juga harus kebobolan total 10 gol. Dua laga kandang terakhir bahkan berujung kekalahan menyakitkan dari Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, yang membuat tekanan suporter kian menguat.
Sorotan tajam diarahkan pada rapuhnya lini pertahanan. Namun, pelatih kepala Johnny Jansen memilih berdiri di garis depan membela timnya. Ia menilai angka kebobolan tersebut terlalu dibesar-besarkan.
“Pada saat kami cetak rekor enam laga tanpa kebobolan, tidak ada yang heboh. Tapi kenapa saat kami kebobolan 10 gol, semua langsung mempertanyakan lini belakang,” ujar Jansen, Rabu (18/2/2026).
Padahal, menjelang akhir putaran pertama, Bali United sempat mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan. Rekor itu runtuh di awal putaran kedua, namun Jansen menegaskan tidak ingin menyalahkan pemain. Evaluasi, menurutnya, tetap dilakukan demi perbaikan performa tim.
“Fokus selanjutnya melawan PSIM Yogyakarta,” pungkasnya.
Pada pekan ke-22, Bali United dijadwalkan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta, 23 Februari 2026. Pada pertemuan pertama musim ini, Bali United kalah 1-3 di kandang sendiri. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar