LENSA BALI

Hot


Rabu, 05 Agustus 2026

𝗞𝗮𝗹𝘂𝗻𝗴 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟭𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗗𝗶𝗷𝗮𝗺𝗯𝗿𝗲𝘁 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗰𝗲𝘁𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

Agustus 05, 2026 0
Kalung Emas Senilai Rp15 Juta Dijambret saat Kemacetan Lomba Gerak Jalan di Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Aksi penjambretan terjadi di tengah kemacetan arus lalu lintas saat pelaksanaan lomba gerak jalan di Kabupaten Karangasem. Seorang warga kehilangan kalung emas senilai sekitar Rp15 juta setelah menjadi sasaran pelaku yang beraksi dari atas sepeda motor.

Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang usai mengantar sekaligus menyaksikan anaknya mengikuti lomba gerak jalan.

Saat melintas di depan Depo Manggis, arus kendaraan bergerak lambat akibat kepadatan lalu lintas. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku yang datang dari arah belakang, kemudian mendekati korban dan langsung menarik kalung emas yang dikenakannya sebelum melarikan diri.

"Korban sempat mengejar pelaku hingga ke Pertigaan Padangbai, tapi kehilangan jejak," kata Artono, Rabu (5/8/2026).

Korban sempat berteriak meminta pertolongan saat kejadian. Namun, di tengah ramainya aktivitas masyarakat, tidak ada warga yang sempat membantu menghentikan pelaku.

Setelah pengejaran tidak membuahkan hasil, korban mendatangi kerabatnya yang berjualan di kawasan Pertigaan Padangbai untuk menceritakan kejadian tersebut. Selanjutnya, korban melaporkan kasus itu ke Polsek Manggis agar dapat ditindaklanjuti.

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Kerugian akibat aksi penjambretan tersebut diperkirakan mencapai Rp15 juta.

"Olah TKP juga telah dilakukan, untuk kerugian diperkirakan sekitar Rp 15 juta. Semoga pelaku secepatnya bisa kami temukan," ujar Artono.

Polisi kini masih memburu pelaku sekaligus mendalami berbagai petunjuk untuk mengungkap identitas penjambret yang memanfaatkan kemacetan lalu lintas saat berlangsungnya kegiatan masyarakat. (ap)
Read More

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗶𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗺 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗶𝘁

Agustus 05, 2026 0
Warga Binaan Lapas Tabanan Kelola Peternakan Ayam Petelur di Lahan Sempit

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Program tersebut telah berjalan sekitar delapan bulan dan mampu memberikan manfaat bagi pelatihan keterampilan sekaligus mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan peternakan itu dikelola langsung oleh warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan. Saat ini, sebanyak 114 ekor ayam petelur dipelihara secara rutin dengan produksi rata-rata mencapai 90 butir telur setiap hari.

"Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja. Sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas lapas," ujar Prawira, Selasa (4/8/2026).

Menurut Prawira, peternakan ayam petelur tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Program ini sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan internal lapas melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara maksimal. Meski berada di area yang terbatas, kegiatan peternakan tetap mampu berjalan produktif dan berkelanjutan.

"Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang makin berkualitas," ujar Prawira.

Melalui program tersebut, Lapas Tabanan berharap pembinaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomis. (ap)
Read More

𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗨𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻

Agustus 05, 2026 0
Ny. Putri Koster Usulkan Posyandu di Bali Gunakan Nama Banjar untuk Permudah Pendataan

BADUNG, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Bali menggunakan nama sesuai banjar masing-masing. Gagasan tersebut diyakini akan mempermudah proses pemetaan, pendataan, pembinaan, hingga pengembangan Posyandu secara lebih terintegrasi di seluruh wilayah Bali.

Usulan itu disampaikan saat menghadiri Aksi Sosial Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali bertajuk "Membina dan Berbagi" ke-14 Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Selasa (4/8/2026). Kegiatan pembinaan menyasar kader Posyandu di Desa Adat Tangeb, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, serta Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.

"Untuk ke depan, mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa atau kelurahan serta kecamatannya. Hal ini akan memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali," tegas Ny. Putri Koster.

Menurutnya, sistem penamaan berdasarkan wilayah banjar akan memberikan identitas yang lebih jelas bagi setiap Posyandu. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah melakukan integrasi data, memantau cakupan layanan, mengidentifikasi kebutuhan pendampingan di setiap wilayah, hingga menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan, penggunaan identitas banjar, desa atau kelurahan, hingga kecamatan juga akan memperkuat koordinasi antarjenjang pemerintahan. Monitoring, evaluasi, maupun penyaluran program diharapkan berlangsung lebih efektif, cepat, dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kader Posyandu untuk memperluas perannya, tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kader Posyandu aktif menyerap aspirasi warga, mendata berbagai persoalan di lapangan, kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada pemerintah desa maupun aparat kewilayahan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat karena informasi yang berasal dari tingkat banjar dapat diterima pemerintah secara lebih cepat, terstruktur, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, Posyandu akan berfungsi sebagai pusat pelayanan sekaligus jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah.

Ny. Putri Koster Usulkan Posyandu di Bali Gunakan Nama Banjar untuk Permudah Pendataan

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi kehadiran Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang secara langsung memberikan pembinaan kepada para kader. Ia menilai kegiatan tersebut semakin memperkuat kelembagaan Posyandu dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Melalui kebijakan tersebut, layanan Posyandu kini mencakup enam bidang, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Sebagai bagian dari kegiatan sosial, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kader Posyandu. Di Kelurahan Abianbase, bantuan diberikan kepada 78 kader dari 13 Posyandu, sedangkan di Desa Selat disalurkan kepada 60 kader dari empat Posyandu. Secara keseluruhan, bantuan diberikan kepada 138 kader dari 17 Posyandu berupa 4.140 kilogram beras, 276 krat atau 8.280 butir telur, serta 276 kotak susu.

Melalui Aksi Sosial "Membina dan Berbagi", Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader, membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan Posyandu yang semakin terpadu, responsif, dan berbasis kebutuhan warga. (hms/ap)
Read More