KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menerima audiensi perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Udayana di ruang kerjanya, Kamis (16/7). Pertemuan tersebut membahas gagasan pengembangan Desa Kusamba sebagai "Desa Maritim", sebuah konsep yang mengintegrasikan potensi ekonomi pesisir, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan menyoroti berbagai peluang yang dimiliki Desa Kusamba sebagai kawasan pesisir yang memiliki sejarah panjang dalam aktivitas kelautan dan produksi garam tradisional. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan garam tradisional Kusamba sebagai komoditas unggulan daerah. Selama ini, garam Kusamba dikenal memiliki proses produksi yang unik dan menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Klungkung. Potensi tersebut dinilai layak diperkuat melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan pemasaran yang lebih luas.
Selain sebagai produk ekonomi, garam tradisional Kusamba juga memiliki daya tarik wisata yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata edukatif berbasis budaya dan kearifan lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.
Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyambut baik gagasan yang disampaikan para mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dan kalangan akademisi sangat penting dalam menghadirkan ide-ide segar yang dapat mendukung pembangunan daerah.
Ia menilai konsep Desa Maritim memiliki relevansi yang kuat dengan potensi yang dimiliki Kusamba. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
"Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan pastikan program ini berjalan secara berkesinambungan. Hal terpenting, semoga ide-ide kreatif ini dapat segera diimplementasikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kusamba," ujar Wabup Tjok Surya.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung terbuka terhadap berbagai masukan dan inovasi yang mendukung penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, pengembangan kawasan pesisir harus dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, gagasan Desa Maritim diharapkan dapat menjadi model pengembangan wilayah pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya lokal. Potensi garam tradisional Kusamba pun diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif Kabupaten Klungkung. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar