DENPASAR, Lensabali.id - Kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan berinisial AS di sebuah kamar kos di Denpasar terungkap setelah bau busuk yang berasal dari kamar pelaku menimbulkan kecurigaan sejumlah orang di sekitarnya. Korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, AS diduga dihabisi oleh pria asal Singapura berinisial MZ pada Sabtu (11/7/2026). Setelah kejadian itu, jasad korban diduga dibiarkan berada di dalam kamar kos hingga mulai membusuk.
Bau menyengat dari kamar tersebut pertama kali disadari oleh seorang saksi berinisial DP yang diketahui merupakan pacar baru pelaku. Saat itu, DP sempat diajak menginap di kamar kos yang menjadi lokasi kejadian.
"Saksi sempat diajak menginap oleh pelaku di rumah kos TKP dan saat itu saksi mencium bau yang tidak enak, tapi saksi tidak bertanya itu bau apa," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (16/7/2026).
Beberapa hari kemudian, aroma tidak sedap itu masih tercium. DP akhirnya memberanikan diri menanyakan sumber bau tersebut kepada pelaku. Namun pertanyaan itu justru memicu kemarahan MZ.
"DP sempat bertanya kepada pelaku terkait bau yang saksi cium tersebut, akan tetapi pelaku malah marah serta bilang 'ngapain kamu tanya' sambil memukul tembok," tutur Adi.
Keberadaan jasad korban akhirnya terungkap setelah adik korban berinisial RA datang ke lokasi untuk mencari kakaknya yang sudah beberapa waktu tidak dapat dihubungi. Saat memeriksa kamar kos tersebut, RA menemukan tubuh korban yang ditutupi dan ditumpuk dengan boneka.
RA juga sempat berhadapan langsung dengan pelaku di lokasi kejadian. Dalam situasi tersebut, terjadi cekcok hingga RA memukul pelaku sebelum pria itu melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan. Tidak lama berselang, pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai.
Saat ini MZ telah ditahan oleh Satreskrim Polresta Denpasar dan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih terus mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar