𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗹𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗹𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 10 Mei 2026

𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗹𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗹𝗶

Ibu Putri Koster Tekankan Kesadaran Kolektif sebagai Kunci Penanganan Sampah Bali

BULELENG, Lensabali.id – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah di Bali tidak hanya ditentukan oleh sistem pengelolaan, tetapi juga oleh pendidikan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Aula Yayasan Dana Punia, Buleleng, Sabtu (9/5).

Dalam paparannya, Putri Koster menilai persoalan sampah berakar pada pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan lingkungan. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah tangga melalui disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran bersama dan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten. Menurutnya, langkah sederhana tersebut akan memberikan dampak besar terhadap kualitas lingkungan Bali dalam jangka panjang.

Putri Koster juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber telah diatur melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 yang mendorong desa adat dan desa/kelurahan aktif menyediakan sarana pengelolaan sampah serta melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Ia memaparkan pola pengelolaan sampah mulai dari pemilahan organik basah ke tong komposter, organik kering ke teba modern, hingga pengolahan sampah anorganik melalui TPS3R dan residu ke TPST.

Ibu Putri Koster Tekankan Kesadaran Kolektif sebagai Kunci Penanganan Sampah Bali

Menurutnya, sampah yang dipilah sejak awal jauh lebih mudah dan efektif diolah dibanding sampah yang tercampur.

“Selama kita sadar bahwa lingkungan yang kotor akan berdampak negatif terhadap ekosistem alam, manusia, dan kebudayaan Bali, maka secara otomatis kita akan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah sejak awal,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahaya sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai dan dapat merusak lingkungan. Ia menilai edukasi terkait pembatasan penggunaan plastik harus terus diperkuat di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala SMKN 1 Kubutambahan I Gede Sukanaya serta akademisi Undiksha Prof. I Made Yudana yang sama-sama menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar