𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗥𝗲𝗸𝗮𝘆𝗮𝘀𝗮 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗕𝗲𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽𝗶 𝗨𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗼𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 10 Mei 2026

𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗥𝗲𝗸𝗮𝘆𝗮𝘀𝗮 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗕𝗲𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽𝗶 𝗨𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗼𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶


Pria di Nusa Penida Rekayasa Aksi Begal demi Tutupi Uang Bos yang Dipakai

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Laporan dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Nusa Penida, Klungkung, Bali, akhirnya terungkap hanya sebuah rekayasa. Seorang pria berinisial FAH (31) mengaku menjadi korban begal demi menutupi uang milik atasannya sebesar Rp 1 juta yang telah digunakannya untuk kebutuhan pribadi.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, FAH datang ke kantor polisi pada Jumat malam (08/05/2026) dengan kondisi panik. Ia mengklaim dihadang lima orang tak dikenal saat melintas di Jalan Raya Banjar Sebunibus, Desa Kutampi Kaler.

“Pelapor mengaku dihadang oleh lima orang tidak dikenal di lokasi yang minim penerangan sekitar pukul 18.30 Wita. Katanya, tas selempangnya dirampas dan ia kehilangan uang tunai Rp 1 juta,” ujar Kesuma Jaya, Sabtu (09/05/2026).

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menerjunkan Tim Buser Jalak Nusa untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Namun, hasil pemeriksaan justru memunculkan sejumlah kejanggalan. Keterangan FAH dinilai berubah-ubah dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan maupun kesaksian warga sekitar.

“Kami lakukan pendalaman secara profesional. Anggota di lapangan mencocokkan waktu kejadian dengan keterangan saksi, namun hasilnya tidak sinkron,” jelas Kesuma Jaya.

Setelah didalami lebih lanjut, FAH akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan. Ia mengaku telah memakai uang titipan bosnya untuk kepentingan pribadi dan bingung mencari alasan untuk mempertanggungjawabkannya.

“Pelapor akhirnya mengakui kejadian itu tidak ada. Uang yang dilaporkan hilang ternyata sudah ia pakai sendiri. Ia sengaja melapor dibegal agar punya alasan ke bosnya,” ungkap Kesuma Jaya.

Usai kebohongannya terbongkar, FAH disebut meminta maaf kepada polisi karena telah membuat laporan palsu yang sempat meresahkan masyarakat Nusa Penida.

Kapolsek Nusa Penida pun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuat laporan palsu karena dapat mengganggu penanganan perkara lain yang benar-benar membutuhkan perhatian aparat.

“Setiap laporan pasti kami tindak lanjuti serius. Tapi kami ingatkan, jangan memberikan informasi bohong. Ini meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang sudah kondusif,” tegasnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar