TABANAN, Lensabali.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi, yang dinilai mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi bagi petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kepedulian sosial antarwilayah di Bali.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali yang hadir secara langsung untuk berpartisipasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini kami rangkai agar setiap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Bali turut serta menyiapkan atau memberikan paket bingkisan bagi warga di lokasi pasar murah dilaksanakan. Jadi jika pasar rakyat digelar di Kabupaten Tabanan, maka Ketua TP PKK dari daerah lain juga datang dengan membawa paket dari kepengurusannya,” ujar Putri Koster.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program yang baru pertama kali digelar dengan konsep kebersamaan lintas daerah.
“Kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan, dan tentu akan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan untuk tersentuh dan mendapat perhatian,” tegasnya.
Putri Koster juga menilai kehadiran langsung para Ketua TP PKK kabupaten/kota menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di lapangan, termasuk kelompok rentan seperti warga lanjut usia yang masih memerlukan perhatian.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali Berbelanja dan Berbagi yang berlangsung di Gedung Ketut Maria, Kabupaten Tabanan, Jumat (10/4).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, program pasar rakyat ini akan digelar secara bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Pendanaan kegiatan berasal dari Pemerintah Provinsi Bali, sementara daerah yang menjadi tuan rumah bertanggung jawab menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk menghadirkan petani, produsen, pelaku UMKM, serta masyarakat sebagai pembeli.
Untuk memperkuat perputaran ekonomi, ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) agar turut berbelanja di pasar rakyat sehingga tercipta interaksi langsung antara produsen dan konsumen tanpa perantara.
“Mari kita bergerak untuk menggerakkan potensi masyarakat, agar dapat berpartisipasi aktif menggerakkan desa, kecamatan dan kabupaten se-Bali,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Bali yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, Tabanan sebagai daerah agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya sebagai penghasil beras, umbi-umbian, dan sayur-mayur.
Selain itu, Tabanan juga dikenal memiliki berbagai pelaku UMKM yang menghasilkan kerajinan seperti keramik dan anyaman.
“Semua itu turut serta pada pasar rakyat kali ini, sehingga momentum ini menjadi kebangkitan perekonomian Tabanan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan 100 paket bingkisan kepada masyarakat berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, serta 100 liter minyak kelapa (minyak tanusan).
Total anggaran kegiatan, termasuk penyediaan tenda dan panggung, mencapai Rp208 juta.
Hingga siang hari, transaksi penjualan di pasar rakyat tersebut tercatat telah mencapai Rp251 juta dan masih terus berlangsung.
Selain bantuan dari provinsi, paket bantuan juga disiapkan oleh TP PKK kabupaten/kota se-Bali dengan jumlah yang bervariasi.
Pasar rakyat ini diikuti oleh berbagai pelaku usaha, mulai dari penjual sembako, hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga produk olahan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat, akses pasar bagi UMKM semakin luas, serta mampu mendorong kebangkitan ekonomi daerah. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar