KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya, Minggu (8/2/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, serta Ida Dalem Semaraputra bersama undangan lainnya.
Peringatan HUT WHDI tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan nasional dan daerah dalam menyiapkan generasi unggul menuju 2045.
Bupati I Made Satria menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, kontribusi perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan ekonomi keluarga.
“Perempuan adalah fondasi keluarga. Dari keluargalah lahir generasi yang berkualitas, sehingga peran perempuan sangat menentukan arah masa depan daerah dan bangsa,” ujar Bupati Satria.
Ia menegaskan, penguatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan harus terus didorong agar mampu berperan aktif dalam pembangunan, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota WHDI Kabupaten Klungkung atas kontribusi nyata dalam mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan.
“Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, WHDI telah berperan menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Mari kita perkuat persatuan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera sebagai pondasi Indonesia Emas,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua WHDI Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, dan budaya Bali, khususnya di Klungkung sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.
Ia berharap, di usia ke-38 ini WHDI semakin solid, berdaya, dan matang dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah. “Semoga WHDI terus menjadi pilar dalam mewujudkan masyarakat Klungkung yang MAHOTTAMA—Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur,” tutupnya. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar