KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menata ulang penyelenggaraan reklame sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini ditegaskan langsung Bupati Klungkung, I Made Satria, saat memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (25/2).
Rakortas tersebut membahas pemaparan hasil pemetaan dan penyelenggaraan reklame yang dilakukan secara menyeluruh. Penataan ini diarahkan tidak hanya untuk mendongkrak PAD, tetapi juga menghadirkan wajah kota yang lebih tertib, estetik, dan terukur.
Dalam arahannya, Bupati Satria menegaskan bahwa reklame harus dikelola secara profesional dan berbasis data. Penempatan titik iklan luar ruang, menurutnya, mesti mempertimbangkan aspek tata ruang, keselamatan, serta keindahan lingkungan.
Pertemuan itu juga menghadirkan CV Darmagiri Jaya selaku mitra pelaksana, yang memaparkan hasil pemetaan komprehensif titik-titik reklame di seluruh wilayah kabupaten. Kajian tersebut mencakup identifikasi potensi lokasi baru, evaluasi kelayakan struktur bangunan reklame, hingga sinkronisasi data perizinan.
Bupati Satria menginstruksikan agar data yang telah dihimpun menjadi dasar penataan lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya ketegasan terhadap reklame yang tidak berizin atau tidak sesuai ketentuan, sekaligus membuka ruang optimalisasi pada titik-titik yang dinilai potensial.
Menurutnya, pengelolaan reklame yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan PAD. Namun demikian, orientasi pendapatan tidak boleh mengabaikan estetika kota dan kenyamanan masyarakat.
Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah agar kebijakan penataan berjalan efektif. Sinkronisasi perizinan, pengawasan lapangan, dan penegakan aturan menjadi kunci keberhasilan.
Melalui langkah ini, Pemkab Klungkung berkomitmen membangun sistem perizinan reklame yang transparan dan modern. Digitalisasi data serta pembaruan regulasi akan menjadi bagian dari strategi jangka menengah.
Dengan penataan yang estetik dan terukur, pemerintah daerah berharap potensi pendapatan dari sektor reklame dapat tergarap optimal, sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertib dan representatif. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar