KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan kunjungan kerja studi tiru ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (10/1). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria sebagai upaya mempelajari penerapan digitalisasi retribusi pariwisata yang telah berjalan di sejumlah objek wisata di ibu kota.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus kunjungan adalah Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas). Kawasan wisata ikonik tersebut dinilai berhasil menerapkan sistem retribusi berbasis digital yang terintegrasi dengan perbankan, sehingga pengelolaan pendapatan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Dalam penerapannya, UPK Monas bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta dalam penyediaan sistem pembayaran non-tunai bagi wisatawan. Skema ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meminimalkan potensi kebocoran pendapatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.
Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa digitalisasi retribusi pariwisata merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan destinasi wisata di era modern. Menurutnya, sistem berbasis teknologi mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
“Studi tiru ini kami lakukan untuk mendapatkan gambaran utuh terkait sistem, regulasi, serta pola kerja sama yang diterapkan. Harapannya, model yang sudah berjalan baik di DKI Jakarta dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Ia menambahkan, penerapan retribusi digital juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Putra Maha Jaya, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung I Wayan Sudiarsa.
Turut serta pula Kepala BPD Cabang Klungkung dan Kepala Bagian Pengembangan Teknologi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pusat, guna menggali aspek teknis penerapan sistem pembayaran digital yang terintegrasi dengan layanan perbankan daerah.
Melalui studi tiru ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap dapat mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata, sekaligus menyiapkan regulasi dan infrastruktur pendukung sebelum diterapkan di destinasi wisata unggulan di wilayah Klungkung.
Ke depan, sistem digitalisasi retribusi pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi pemerintah daerah, pengelola objek wisata, maupun wisatawan yang menginginkan pelayanan cepat, aman, dan modern. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar