DENPASAR, Lensabali.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Bali hingga awal 2026 baru mampu menjangkau sekitar 50 persen penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari target sekitar 1 juta penerima di Bali, realisasi saat ini baru menyentuh kurang lebih 507 ribu orang.
“Sekitar kurang lebih 507 ribu siswa dan juga bumil, busui dan balita. Kalau di Bali sendiri jumlah penerima manfaatnya terakhir dicek dari data Dapodik 1 juta penerima, itu pun hanya siswa dan sebagainya,” kata Koordinator BGN Wilayah Bali, Risca Christina, saat ditemui di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bali, Denpasar, Jumat (9/1/2026).
Risca menjelaskan, belum optimalnya penyaluran MBG disebabkan keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, Bali baru memiliki 178 SPPG, dengan 147 di antaranya sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.
“Sekarang itu sudah ada 178 SPPG, tetapi yang mulai operasional 147, sisanya sedang persiapan sebelum operasional,” jelasnya.
Idealnya, kata Risca, Bali membutuhkan sedikitnya 355 SPPG untuk menjangkau seluruh sasaran. Sebaran SPPG terbanyak berada di Denpasar dan Buleleng, seiring tingginya jumlah penduduk di dua wilayah tersebut.
Untuk mengejar ketertinggalan, BGN Bali menargetkan penambahan sekitar 180 SPPG sepanjang 2026. Klungkung menjadi salah satu daerah yang masih kekurangan fasilitas, karena hingga kini baru memiliki tujuh SPPG. Kendala utama yang dihadapi mitra adalah proses pembangunan yang belum bisa terealisasi dalam waktu singkat.
“Kalau di Klungkung itu daerah Nusa Penida-nya itu mereka ada yang masuk SPPG 3T, itu masih dalam proses pembangunan juga. Kalau Klungkung kota sudah ada beberapa, tetapi di daerah desa pelosoknya ada yang belum membangun SPPG-nya,” beber Risca.
Ia berharap pelaksanaan MBG di Bali tahun ini dapat berjalan lebih optimal sesuai target penerima. Program MBG sendiri kembali berjalan efektif sejak 8 Januari 2026, namun saat ini baru menyasar 182.782 penerima.
“Ini kenapa baru 182.782 karena satu, SPPG itu pada saat dia pertama kali mau running kami diarahkan untuk pemberian manfaat dibatas 1.000 terlebih dahulu,” jelasnya.
Jumlah penerima akan ditingkatkan secara bertahap setiap pekan. “Seperti uji coba, tetapi harus berkelanjutan tidak boleh berhenti dan sudah menyebar di seluruh Bali,” pungkas Risca. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar