𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗡𝗡 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 02 Januari 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗡𝗡 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗡𝗡 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮


DENPASAR, Lensabali.id  –  Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Budi Sajidin, Jumat (2/1) pagi, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.


Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi menyusul penugasan Budi Sajidin sebagai Kepala BNN Bali yang baru sejak 15 Desember 2025. Selain memperkenalkan diri, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum awal tahun 2026 untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pencegahan narkoba di Bali.

Dalam kesempatan itu, Budi Sajidin menegaskan pentingnya menjaga Bali dari ancaman narkoba, baik dari faktor internal maupun eksternal. Ia menilai peredaran narkoba telah menjadi ancaman serius karena menjangkau hingga ke pelosok desa.

“Bali harus dijaga dengan baik dari dalam maupun luar. Peredaran narkoba menjadi musuh negara karena peredarannya sampai ke pelosok desa. Kita harus kompak menjaga generasi anak bangsa agar jangan sampai rusak,” ujar Budi Sajidin.

Ia berharap, pertemuan awal yang sarat keakraban tersebut dapat menjadi landasan kuat untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi antara BNN dan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya pencegahan narkoba.

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗡𝗡 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali I Gede Suralaga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui sosialisasi yang intensif, terstruktur, dan berkelanjutan sejak usia dini.

“Sosialisasi harus terus dilaksanakan bahkan dari pendidikan dasar. Ini ancaman bagi generasi kita di Bali,” tegas Gubernur Koster.

Ia menambahkan, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali memiliki kerentanan tersendiri terhadap peredaran narkoba. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat di semua tingkatan.

“Ancaman narkoba ini serius bagi Bali. Pencegahan dan penanganannya harus melibatkan semua tingkatan, mulai dari provinsi hingga desa adat. Saya mendorong desa adat membuat perarem sebagai aspek pencegahan untuk meminimalisir pelaku,” jelasnya.

Gubernur Koster juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba, agar menimbulkan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pihak lain. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar