𝗧𝗶𝗺𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟴𝟳𝟲 𝗧𝗼𝗻 𝗽𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝟳𝟬,𝟮 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 03 Juli 2026

𝗧𝗶𝗺𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟴𝟳𝟲 𝗧𝗼𝗻 𝗽𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝟳𝟬,𝟮 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮

Timbulan Sampah Badung Capai 876 Ton per Hari, 70,2 Persen Sudah Terkelola

BADUNG, Lensabali.id - Volume sampah di Kabupaten Badung kini mencapai 876,1 ton per hari. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, sebanyak 614,4 ton atau 70,2 persen telah berhasil dikelola, sedangkan 261,7 ton sisanya masih menjadi residu yang terus diupayakan untuk ditekan.

Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber dengan melibatkan rumah tangga, sekolah, pasar, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata sebagai upaya mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Target besar kami adalah mandiri kelola sampah dari rumah tangga, sekolah, pasar, akomodasi wisata hingga pelaku usaha. Kami mau memangkas habis residu yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA," tegas Rai Warastuthi, Kamis (2/7/2026).

Hingga awal Juli 2026, DLHK telah menyelesaikan pendataan secara door-to-door terhadap 122.951 kepala keluarga atau sekitar 91 persen dari total 134.270 KK yang tersebar di 62 desa dan kelurahan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan dan pengawasan di lapangan.

Hasil pendataan menunjukkan 17 desa dan kelurahan telah mencapai tingkat pemilahan sampah di atas 90 persen, 10 wilayah masuk kategori baik, 22 wilayah berada pada kategori menengah, sedangkan 13 wilayah masih menjadi prioritas pembinaan karena tingkat kepatuhan pemilahannya di bawah 50 persen.

"Hasil pendataan ini menjadi modal utama kami untuk melakukan validasi dan pengawasan secara ketat di lapangan. Lewat data akurat, intervensi pemerintah seperti pembagian sarana dan edukasi warga bisa lebih tepat sasaran," ujar Rai.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Pemkab Badung mengoptimalkan operasional 47 TPS3R dengan kapasitas pengolahan mencapai 298,2 ton per hari. Selain itu, 207 bank sampah terus diaktifkan dan pembinaan juga dilakukan di 662 satuan pendidikan yang melibatkan lebih dari 99 ribu siswa.

Pembinaan juga diperluas ke sektor perdagangan dan pariwisata. Saat ini, sebanyak 327 dari 1.473 toko swalayan dan toko modern serta 21 dari 54 pasar rakyat telah mengikuti program pembinaan pengelolaan sampah secara berkala.

"Sinergi seluruh elemen mulai dari pasar tradisional sampai toko modern harus terus dioptimalkan tanpa henti. Ini komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan Badung yang bersih, hijau, dan sejahtera bagi masa depan," jelas Rai.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menginstruksikan seluruh desa memprioritaskan anggaran APBDes untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber. Penguatan armada pengangkut, TPS3R, hingga fasilitas pengolahan organik menjadi fokus utama dalam mendukung percepatan program tersebut.

"Anggaran desa harus digeser untuk mengoptimalkan armada pengangkut, penguatan TPS3R, serta fasilitas pengolahan organik. Penilaian Mangupura Award tahun ini juga resmi memasukkan capaian PSBS sebagai salah satu indikator utama," kata Adi Arnawa. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar