BADUNG, Lensabali.id - Operasi pencarian remaja yang terseret arus di Pantai Pererenan, Badung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada hari kedua pencarian setelah tim SAR memanfaatkan teknologi drone thermal untuk menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Widiantara, mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.45 Wita dengan jarak kurang lebih 300 meter dari titik awal kejadian.
"Korban berhasil kami dapat di jarak sekitar 300 meter, pukul 13.45 Wita," ujar Widiantara, Senin (13/7/2026).
Pencarian hari kedua diawali dengan apel dan pembagian tugas kepada seluruh unsur yang terlibat. Tim SAR laut melakukan penyisiran menggunakan satu unit perahu karet, sementara tim darat menyisir sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat.
Upaya pencarian diperkuat dengan penerbangan drone thermal yang dilakukan sekitar pukul 13.15 Wita ke arah barat daya dari lokasi korban dilaporkan hilang. Teknologi tersebut kemudian berhasil mendeteksi keberadaan korban yang mengapung di tengah perairan.
"Pada pukul 13.15 Wita diterbangkan drone thermal ke arah barat daya dari lokasi kejadian, dan 15 menit kemudian korban terpantau mengapung. Informasi tersebut segera diteruskan kepada SRU laut yang kemudian bergerak menuju titik lokasi dan selanjutnya mengevakuasi korban," jelas Widiantara.
Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju Rumah Sakit Mangusada untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, remaja yang tinggal di Jalan Tibung Anyar, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, itu dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/7/2026) sore. Korban terseret ombak saat berenang bersama dua rekannya di tengah kondisi gelombang laut yang cukup besar.
Dalam peristiwa tersebut, satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sementara satu orang lainnya dapat dievakuasi oleh Tim Balawista Pantai Pererenan.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, kepolisian, BPBD, organisasi radio komunikasi, hingga keluarga korban. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar