KLUNGKUNG, Lensabali.id - Seorang buruh asal Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung, menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah berupaya menolong sekaligus menegur sejumlah pengendara yang terjatuh akibat berkendara dengan kecepatan tinggi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan harus menjalani pemeriksaan medis.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami korban. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta peran para pelaku.
"Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klungkung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan (lidik)," ujarnya, Selasa (14/7/2026) malam.
Peristiwa itu bermula ketika sejumlah terduga pelaku melintas di lokasi menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mereka juga diketahui membawa minuman keras tradisional jenis tuak saat berkendara.
Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara tersebut kehilangan kendali hingga terjatuh. Korban yang melihat kejadian itu kemudian mendatangi mereka dengan maksud memberikan pertolongan sekaligus mengingatkan agar tidak membahayakan pengguna jalan lain dengan berkendara secara ugal-ugalan.
"Namun terlapor yang diduga kuat dalam pengaruh alkohol tidak terima ditegur. Dia langsung naik pitam dan memukul korban," jelas Alit.
Keributan semakin membesar ketika rekan-rekan terduga pelaku datang ke lokasi. Bukannya meredakan situasi, mereka justru ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban hingga menyebabkan sejumlah luka pada wajah dan mulut.
"Satu gigi bagian atas korban lepas/copot. Dua gigi bagian atas lainnya dalam kondisi goyang. Area mulut korban mengalami lebam dan luka memar akibat hantaman benda tumpul," terang Alit.
Seorang saksi bernama Komang Nonok (42) yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu korban setelah kejadian berlangsung. Korban selanjutnya mendatangi Polres Klungkung untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Polisi telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan resmi, mengantar korban menjalani visum di RSUD Klungkung, melakukan olah tempat kejadian perkara, hingga memeriksa korban dan sejumlah saksi.
Saat ini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna mengungkap kasus pengeroyokan tersebut. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar