BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peresmian Bendungan Sidan yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak bersama empat bendungan lainnya di Indonesia, Jumat (10/7). Peresmian tersebut disaksikan secara virtual dari lokasi Bendungan Sidan yang berada di wilayah Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli.
Selain Bendungan Sidan di Bali, Presiden juga meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, serta Bendungan Jlantah di Jawa Tengah.
Presiden Prabowo yang hadir langsung di Bendungan Meninting memimpin prosesi peresmian melalui penekanan sirene dan penandatanganan prasasti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa lima bendungan tersebut merupakan investasi strategis negara dengan nilai mencapai Rp9,79 triliun.
Presiden menegaskan kehadiran bendungan-bendungan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan ketersediaan air baku, mengurangi risiko bencana, hingga mendukung pengembangan energi hijau.
Proyek-proyek tersebut bahkan diproyeksikan berkontribusi terhadap produksi hingga satu juta ton beras serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional di masa mendatang.
Di Bali, Gubernur Koster mengikuti rangkaian peresmian bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, serta Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun.
Bendungan Sidan sendiri berada di Daerah Aliran Sungai Ayung dengan kawasan genangan yang mencakup Desa Sidan di Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja di Kabupaten Gianyar, serta sejumlah desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Proyek yang dibangun sejak 2018 hingga 2024 tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,8 triliun dengan kapasitas tampung mencapai 5,76 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 37,15 hektare. Bendungan ini memiliki tinggi 68 meter dengan konstruksi tipe zonal inti aspal.
Keberadaan Bendungan Sidan memberikan manfaat strategis bagi Bali, terutama dalam penyediaan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik yang akan melayani kebutuhan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Selain itu, bendungan ini juga mendukung layanan irigasi seluas 9.598 hektare dengan jaringan sepanjang 123,19 kilometer, membantu pengendalian banjir di kawasan seluas 108 hektare, serta menghasilkan energi terbarukan sebesar 8,08 MW yang berasal dari PLTA dan PLTS terapung.
Dengan beroperasinya Bendungan Sidan, Bali memperoleh tambahan infrastruktur vital yang tidak hanya menopang sektor pertanian dan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan energi bersih yang berkelanjutan. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar