𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻 𝗖𝗼𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝘂𝗰𝘂𝘁, 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗯𝘂𝗵 - LENSA BALI

Hot


Senin, 06 Juli 2026

𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻 𝗖𝗼𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝘂𝗰𝘂𝘁, 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗯𝘂𝗵

Penyelidikan Pembunuhan Man Colik Mengerucut, Bukti Baru Ditemukan di Sungai Bubuh

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Penyelidikan kasus pembunuhan Nyoman Cita (50) alias Man Colik terus menunjukkan perkembangan. Satreskrim Polres Klungkung menemukan barang bukti baru berupa selembar celana dalam dan sandal sebelah kanan yang diduga milik korban di kawasan Sungai Bubuh, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan.

Kasi Humas Polres Klungkung I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan temuan tersebut melengkapi barang bukti yang sebelumnya telah diamankan, yakni sandal sebelah kiri dan telepon genggam korban.

"Jadi yang terbaru dalam proses lidik, kami menemukan sebuah celana dalam dan sandal sebelah kanan milik korban di sungai tempat korban ditemukan. Sebelumnya kan yang ditemukan sandal sebelah kirinya bersama handphone," kata Alit kepada awak media, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan forensik terhadap kedua barang tersebut untuk memastikan benar merupakan milik korban. Menurut Alit, penyidik belum dapat mengesampingkan kemungkinan benda-benda itu milik orang lain yang hanyut di aliran Sungai Bubuh.

Selain itu, kepolisian juga telah menerima hasil autopsi yang memastikan penyebab kematian Man Colik. Korban dinyatakan meninggal akibat luka tusuk benda tajam dengan empat luka di tubuhnya, masing-masing dua di punggung kiri, satu di punggung kanan, dan satu di bagian perut.

Seiring perkembangan penyelidikan, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan juga bertambah menjadi 13 orang. Polisi berharap tambahan bukti dan hasil autopsi dapat mempersempit ruang gerak pelaku.

"Dari hasil ini, kami berharap proses penyelidikan semakin mengkerucut menuju pengungkapan pelaku. Namun sampai saat ini kami belum berani menyampaikan dugaan awal terkait proses yang tengah berlangsung," jelas Alit.

Penyidik juga masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Meski kalung emas milik korban seberat sekitar 70 gram dilaporkan hilang, sepeda motor korban masih ditemukan di lokasi sehingga polisi belum dapat menyimpulkan apakah kasus ini merupakan pencurian dengan kekerasan atau bentuk pembunuhan lainnya.

"Walaupun ada kalung emas yang hilang, namun sepeda motornya masih ada. Sehingga kami belum bisa memastikan dulu apakah ini pencurian dengan kekerasan, pembunuhan berencana, atau seperti apa," ujar Alit.

Polisi turut mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus tersebut agar segera menyampaikannya kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan pelaku.

Sebelumnya, Man Colik yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang lawar godel ditemukan meninggal dunia mengapung di Sungai Bubuh pada Kamis (2/7/2026) pagi. Korban ditemukan tanpa busana dengan sejumlah luka tusukan di tubuh serta bekas jeratan di leher. Kalung emas yang biasa dikenakannya juga dilaporkan hilang.

Korban diketahui berpamitan mandi di Sungai Bubuh setelah bekerja pada Rabu sore. Karena tak kunjung pulang hingga malam, keluarga bersama warga melakukan pencarian. Saat itu, sepeda motor korban ditemukan masih terkunci di lokasi, sementara pakaian dan telepon genggamnya tidak berada di tempat. Setelah pencarian semalaman, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung keesokan paginya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar