𝗦𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗧𝗮𝗸𝘀𝘂 𝗠𝘂𝗿𝘁𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝗸𝘂𝗹𝗲𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 04 Juli 2026

𝗦𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗧𝗮𝗸𝘀𝘂 𝗠𝘂𝗿𝘁𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝗸𝘂𝗹𝗲𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲

Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Suguhkan Garapan Spektakuler pada PKB XLVIII 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil memikat perhatian ratusan penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali. Sebagai Duta Kabupaten Badung, sanggar ini menyuguhkan pertunjukan yang enerjik, artistik, sekaligus sarat nilai filosofis sesuai tema besar PKB tahun ini.

Penampilan tersebut merupakan buah dari persiapan yang dilakukan secara intensif selama beberapa bulan. Sebelum naik ke panggung PKB, para seniman muda Legian juga telah melalui proses evaluasi bersama Bupati Badung dan jajaran DPRD Badung untuk memastikan kualitas musikalitas serta kekompakan para penabuh.

Ketua Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, I Made Nova Antara, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi seluruh anggota sanggar. Menurutnya, seluruh garapan yang dibawakan dirancang selaras dengan tema Atma Kertih yang diusung PKB XLVIII 2026.

"Tahun ini kami menampilkan 4 materi. Yang pertama adalah Tari Wiranata yang menggambarkan heroik tentang kepahlawanan. Yang kedua, Tabuh Keklentangan yang bertemakan Manuk Dewata yang merupakan sarana pengabenan. Yang ketiga, kami menampilkan tari kreasi dengan judul Luwih Linggih, yaitu sebuah perjalanan atma yang notabene diberikan tempat yang baik dan istimewa," ujar Nova Antara.

Pertunjukan kemudian ditutup melalui tabuh kreasi Ugal-Agil yang mengisahkan perjalanan atma melewati Titi Ugal-Agil, sebuah jembatan penuh ujian dalam filosofi masyarakat Bali. Keseluruhan rangkaian karya dirancang sebagai refleksi penghormatan terhadap perjalanan dan kemuliaan sang atma.

"Tema ini sesuai dengan tema PKB yakni Atma Kertih, yaitu memuliakan sang atma. Jadi semuanya tercermin dari setiap garapan yang kami bawakan hari ini," imbuhnya.

Sebanyak 44 seniman yang seluruhnya merupakan krama Desa Adat Legian menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan demi menyajikan penampilan terbaik di panggung PKB.

Nuansa teatrikal yang dihadirkan dalam tabuh kreasi semakin memperkuat pertunjukan. Visualisasi prosesi pengabenan, sosok raksasa sebagai simbol penguji atma, penari yang diangkat tinggi dengan kain menjuntai, hingga transformasi bokoran menjadi hiasan kepala daksina linggih menghadirkan sajian artistik yang sarat makna spiritual.

Penampilan Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan pun mendapat sambutan meriah dari penonton, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi seniman muda Legian tetap terjaga dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang memperkaya panggung Pesta Kesenian Bali 2026. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar