GIANYAR, Lensabali.id - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunitas Nasabah LPD Bedulu mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Gianyar, Kamis (2/7/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta DPRD memfasilitasi mediasi sekaligus mengawal penyelesaian persoalan dana simpanan nasabah yang hingga kini belum memperoleh kepastian.
Audiensi berlangsung di ruang rapat DPRD Gianyar dan diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Gianyar, I Ketut Astawa Suyasa, Ketua Komisi III I Wayan Ekayana, beserta jajaran anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut, para nasabah menyampaikan kekecewaan karena persoalan yang telah berlangsung hampir satu tahun belum menunjukkan penyelesaian yang jelas.
Ketua Forum Komunitas Nasabah LPD Bedulu, I Wayan Setiawan, mengatakan kehadiran para nasabah bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan mencari solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat.
"Kami datang bukan untuk mencari konflik, tetapi mencari solusi yang nyata. Sudah hampir satu tahun persoalan ini berjalan dan masyarakat belum mendapatkan kepastian. Kami meminta DPRD memanggil seluruh pihak terkait dan memastikan ada penyelesaian konkret," ujar Setiawan.
Selain meminta percepatan penyelesaian, forum nasabah juga mendorong agar dugaan pelanggaran hukum, apabila ditemukan dalam proses penanganan kasus tersebut, diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami tidak ingin hanya mendengar pemaparan. Yang kami butuhkan adalah problem solving dan kepastian tindak lanjut," tegasnya.
Dalam audiensi itu, sejumlah nasabah turut menyampaikan harapan agar DPRD mengawal proses penyelesaian hingga dana simpanan masyarakat dapat dikembalikan. Mereka menilai pengawasan dari lembaga legislatif sangat diperlukan agar persoalan tidak terus berlarut.
Perwakilan nasabah, AA Gde Parwata, berharap DPRD benar-benar mengawal penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas.
"Kami memohon DPRD mengawal persoalan ini sampai dana masyarakat bisa kembali. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi," katanya.
Sementara itu, nasabah lainnya, Dayu Siti, meminta adanya kejelasan mengenai tanggung jawab pengurus LPD dan Bendesa Adat Bedulu. Ia juga berharap seluruh aset serta dokumen LPD dapat diamankan sebagai bagian dari proses penyelesaian perkara.
"Selama hampir setahun kami sudah mengikuti semua prosedur, tetapi belum ada kepastian. Kami berharap seluruh aset dan dokumen LPD diamankan untuk kepentingan penyelesaian," ungkapnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar