𝗖𝗲𝗴𝗮𝗵 𝗔𝗦𝗙, 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗯𝗶 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗶𝘀𝗮 𝗛𝗼𝘁𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘀𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 03 Juni 2026

𝗖𝗲𝗴𝗮𝗵 𝗔𝗦𝗙, 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗯𝗶 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗶𝘀𝗮 𝗛𝗼𝘁𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘀𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻

Cegah ASF, Peternak Babi di Badung Dilarang Gunakan Pakan Sisa Hotel dan Restoran

BADUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) memperketat langkah pencegahan terhadap penyebaran African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah melarang peternak menggunakan sisa makanan dari hotel, restoran, maupun warung sebagai pakan ternak.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya laporan kematian mendadak pada ternak babi di sejumlah wilayah yang memicu peningkatan kewaspadaan pemerintah daerah terhadap ancaman penyakit tersebut.

Kepala Disperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan pemantauan langsung ke sentra-sentra peternakan babi di Badung.

"Kami menerjunkan tim Keswan untuk ngecek ke kantong-kantong peternakan babi di Badung. Kami harus memastikan kondisi kesehatan ternak warga tetap terjaga," kata Raka Sukadana, Selasa (02/06/2026).

Menurutnya, upaya pengawasan itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang mengimbau daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ASF di kawasan Asia Pasifik.

Selain memperkuat pengawasan, Disperpa juga meminta peternak memperketat pengendalian akses keluar masuk kandang guna mengurangi risiko masuknya virus dari luar lingkungan peternakan.

"Kami juga memperketat sistem pembatasan dan pengawasan akses keluar masuk kandang guna meminimalkan pembawa virus dari luar. Kami sudah sampaikan titik poin dari pemahaman bahaya ASF, gejala klinis, hingga jalur penularannya," ujarnya.

Pemerintah daerah juga mewajibkan peternak melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada kandang dan seluruh sarana pendukung peternakan.

"Kami mewajibkan penyemprotan cairan disinfektan pada area kandang dan sarana prasarana peternakan secara berkala. Kami juga melarang keras praktik swill feeding atau pemberian pakan dari sisa makanan hotel, restoran, maupun warung karena disinyalir menjadi jalur utama penyebaran virus," tegasnya.

Disperpa Badung mengimbau peternak segera melaporkan apabila menemukan gejala yang mengarah pada ASF. Seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di setiap kecamatan kini disiagakan untuk menerima laporan dan melakukan penanganan cepat. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar