𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 ‘𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗸𝗮𝗿’ 𝗱𝗶 𝗦𝗶𝗱𝗲𝗺𝗲𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗟𝘂𝗯𝗮𝗻𝗴 - LENSA BALI

Hot


Selasa, 12 Mei 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 ‘𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗸𝗮𝗿’ 𝗱𝗶 𝗦𝗶𝗱𝗲𝗺𝗲𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗶𝗻𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗟𝘂𝗯𝗮𝗻𝗴

Viral Jalur ‘Tertukar’ di Sidemen, Pengendara Nekat Lawan Arus Hindari Lubang

KARANGASEM, Lensabali.id – Kondisi jalan penghubung Desa Sidemen, Karangasem menuju Klungkung kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Jalan yang dipenuhi lubang itu membuat banyak pengendara terpaksa mengambil jalur berlawanan demi menghindari kerusakan jalan yang dinilai membahayakan.

Video yang diunggah akun TikTok @atih memperlihatkan kendaraan saling bertukar jalur di tengah padatnya lalu lintas truk pengangkut material galian C. Situasi tersebut membuat arus kendaraan tampak semrawut dan rawan kecelakaan.

“Misteri jalur yang tertukar. Pernah lewat sini ga?” tulis pemilik video dalam unggahannya.

Dalam tayangan tersebut terlihat sejumlah truk bermuatan pasir kerap melebar ke sisi kanan jalan saat menghindari lubang besar. Akibatnya, pengendara motor maupun mobil kecil terpaksa mengalah dan masuk ke jalur lawan arah.

Kerusakan jalan disebut membentang sepanjang kurang lebih 15 kilometer dari kawasan Padang Tunggal hingga perbatasan Klungkung. Selain berlubang, beberapa titik jalan juga disebut sering memicu kecelakaan lalu lintas.

Camat Sidemen I Nyoman Swenegara membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan jalur Sidemen-Klungkung memang mengalami kerusakan cukup parah dan sudah berulang kali viral di media sosial.

“Rusaknya cukup parah dari arah Padang Tunggal hingga ke perbatasan Klungkung. Sepanjang jalan tersebut juga sudah sangat sering viral di media sosial,” ujar Swenegara, Senin (11/05/2026).

Menurutnya, pihak kecamatan maupun Pemkab Karangasem telah beberapa kali melaporkan kondisi jalan itu kepada Pemerintah Provinsi Bali. Sebab, status jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.

“Kalau belum bisa diperbaiki menyeluruh, minimal dilakukan penambalan pada titik-titik jalan berlubang supaya tidak membahayakan pengendara,” katanya.

Selain rawan kecelakaan, jalur tersebut juga sering mengalami kemacetan akibat truk yang parkir di badan jalan sempit. Padahal, di sepanjang jalur sudah tersedia rest area untuk kendaraan berat.

Pihak kecamatan berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak semakin banyak pengguna jalan menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak parah. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar