𝗧𝗿𝗲𝗻 𝗢𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗠𝗮𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶, 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗯𝘂𝘀 𝟴𝟬 𝗨𝗻𝗶𝘁 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 08 April 2026

𝗧𝗿𝗲𝗻 𝗢𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗠𝗮𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶, 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗯𝘂𝘀 𝟴𝟬 𝗨𝗻𝗶𝘁

Tren Olah Sampah Mandiri, Pesanan Tong Komposter di Bali Tembus 80 Unit

BADUNG, Lensabali.id – Kebijakan pembatasan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung sejak awal April 2026 memicu perubahan perilaku masyarakat Bali dalam mengelola limbah rumah tangga. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya penggunaan tong komposter sebagai sarana mengolah sampah organik secara mandiri.

Tren ini terutama muncul di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap berupaya melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah.

Pemilik Toko Ragam Daur, Ni Kadek Sunetri, mengungkapkan bahwa permintaan terbesar datang dari komposter berkapasitas besar.

"Paling banyak dicari yang ukuran 150 liter sama 200 liter. Kalau yang 60 liter masih 50 persen lah di bawah itu minatnya," ujarnya saat ditemui di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung, Selasa (7/4/2026).

Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengolah sisa makanan, sampah hijau, hingga sisa bahan upacara membuat permintaan tong komposter melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan permintaan tersebut bahkan membuat produsen kesulitan memenuhi kebutuhan pasar karena jumlah pesanan jauh melebihi ketersediaan stok.

"Kondisi saat ini kami malah tidak bisa melayani semua karena sistemnya harus inden atau pesan dulu. Kami saja pesanan yang sekarang itu antreannya sampai tanggal 28 April baru bisa dapat barangnya, kira-kira 80-an lebih," kata Sunetri.

Toko Ragam Daur menyediakan berbagai ukuran komposter, mulai dari kapasitas 25 liter hingga 200 liter untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang beragam.

"Harganya kalau yang ukuran 150 liter itu sekitar Rp 1.050.000, sedangkan yang 200 liter harganya Rp 1.150.000. Ada juga yang paling murah itu Rp 600 ribu, bahkan yang kecil sekali Rp 250 ribu tapi itu jarang ada yang pakai karena ukurannya cuma 25 liter," tuturnya.

Sunetri yang telah menekuni usaha produksi tempat sampah sejak tahun 2000 mengaku mulai lebih serius memproduksi tong komposter sejak Juli 2025, seiring meningkatnya perhatian terhadap persoalan sampah di Bali.

Dalam sehari, bengkel produksinya mampu menghasilkan sekitar 25 unit komposter yang dikerjakan secara manual oleh tenaga kerja lokal.

Ia berharap pemerintah turut memperkuat sistem pengelolaan sampah agar upaya pemilahan dari rumah dapat berjalan efektif.

"Harapannya pemerintah ikut turun tanganlah karena masyarakat sekarang ini kasihan juga sampai kebingungan soal sampah," pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar