KARANGASEM, Lensabali.id - Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemedek selama mengikuti rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih menghadirkan layanan transportasi berupa ratusan ojek resmi dengan tarif terjangkau, yakni Rp10.000 sekali perjalanan.
Para pengemudi tersebar di sejumlah titik strategis seperti Parkir Kedungdung, Parkir Manik Mas, hingga area Pura Dalem Puri. Seluruh ojek dilengkapi rompi serta nomor identitas resmi, sehingga mudah dikenali dan memberikan rasa aman bagi pengguna jasa.
Layanan ini umumnya mengantar peme dek hingga kawasan Padma Bhuwana. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Penataran Agung sebagai pusat persembahyangan.
Untuk menjaga ketertiban, pengelola menerapkan sistem antre bagi para pengemudi. Sepeda motor ditata rapi sehingga tidak terjadi perebutan penumpang. Skema ini dinilai efektif dalam menciptakan suasana tertib sekaligus meningkatkan kenyamanan pemedek.
Salah seorang pengemudi, Komang Edo, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pada hari kerja relatif lebih rendah dibandingkan akhir pekan. “Saya mulai ngojek tadi dari jam 8. Kalau hari biasa tidak begitu ramai karena hari kerja. Biasanya ramai itu saat Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Meski demikian, Edo mengaku tetap bersyukur karena pada momen ramai ia bisa memperoleh penghasilan cukup besar. “Ya, disyukuri. Kalau ramai bisa sampai Rp500 ribu, karena ojeknya juga banyak saat karya,” imbuhnya.
Selain ojek berbayar, pengelola juga menyediakan shuttle listrik gratis dari Parkir Manik Mas menuju Padma Bhuwana. Layanan ini diprioritaskan bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, difabel, serta sulinggih.
Kehadiran fasilitas transportasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan umat selama pelaksanaan IBTK yang berlangsung hingga 23 April 2026. Pemedek pun diimbau mengatur waktu kedatangan guna menghindari kepadatan. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar