KARANGASEM, Lensabali.id – Pengawasan di kawasan suci Pura Agung Besakih diperketat selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK). Sebanyak 160 kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik strategis untuk memantau aktivitas pemedek secara langsung.
Kamera pengawas tersebut tersebar mulai dari jalur utama menuju Besakih, area parkir, hingga kawasan pura.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kelancaran aktivitas persembahyangan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi selama rangkaian upacara berlangsung.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengatakan seluruh kamera tersebut terhubung langsung dengan ruang kontrol utama.
Di ruangan tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi selama 24 jam.
“Kalau terjadi kemacetan, ada pemedek pingsan, atau kejadian lain, petugas bisa langsung bergerak cepat karena informasi langsung terpantau,” ujar Muliarta, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, sistem pengawasan ini bertujuan mempercepat respons petugas di lapangan sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditangani.
Sejauh ini, pelaksanaan IBTK di Besakih masih berlangsung relatif lancar.
Jumlah pemedek yang datang disebut masih dalam kategori normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Namun demikian, peningkatan jumlah pemedek diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan, seperti yang biasanya terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar