𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻 “𝗧𝘂𝘁𝘂𝗿 𝗔𝘆𝘂”, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 07 Maret 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻 “𝗧𝘂𝘁𝘂𝗿 𝗔𝘆𝘂”, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮

Buka Pameran “Tutur Ayu”, Putri Koster Tegaskan Pariwisata Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

DENPASAR, Lensabali.id – Pariwisata Bali dinilai harus senantiasa berpijak pada budaya sebagai fondasi utama yang membentuk keunikan, karakter, serta daya tarik Pulau Dewata di mata dunia. Tanpa kekuatan budaya sebagai akar, Bali dikhawatirkan dapat kehilangan identitas sekaligus pesonanya sebagai destinasi wisata yang berbeda dari daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat membuka Pameran Seni Rupa Komunitas Soko Guru bertajuk “Tutur Ayu” di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, Jumat (6/3) malam.

Putri Koster yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta menjelaskan bahwa dalam kehidupan masyarakat Bali, Tutur Ayu memiliki makna sebagai wejangan atau petuah yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

Melalui pameran ini, menurutnya, generasi muda dapat memaknai berbagai dinamika kehidupan sekaligus melihat perubahan sosial dan budaya yang terjadi di Bali, sebagaimana terekam dalam goresan para perupa di atas kanvas.

“Ruang-ruang perupa itu masih ada. Idealisme dan tutur-tutur itu bisa diguratkan lewat karya-karya seni. Saya berharap para seniman perupa Bali tetap memiliki idealisme yang tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Tutur Ayu perlu terus dijaga sebagai pedoman hidup masyarakat Bali agar kebijaksanaan yang diwariskan leluhur tetap hidup dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.

“Pameran ini menyampaikan pesan dan nasihat yang tertanam dengan nilai-nilai moral dan kebijaksanaan bagi generasi Bali saat ini atas kondisi dan keadaan Bali yang sudah mulai bergeser,” imbuhnya.

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, Putri Koster menekankan bahwa Bali harus tetap menjaga akar budayanya. Namun pada saat yang sama, masyarakat juga perlu mampu mengikuti kemajuan teknologi agar tidak tertinggal dan tetap sejajar dengan daerah lain.

Buka Pameran “Tutur Ayu”, Putri Koster Tegaskan Pariwisata Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

Sebelumnya, penulis sekaligus pemerhati seni I Made Susanta Dwitanaya menyampaikan bahwa pameran “Tutur Ayu” lahir dari perjalanan panjang pengabdian para seniman yang tidak hanya berkarya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengetahuan kepada generasi penerus.

“Dalam perjalanan panjang pengabdian, ada jejak-jejak sunyi yang tak pernah benar-benar selesai dituliskan. Ada jejak yang terus hidup melalui karya, melalui nilai, dan melalui ketulusan berbagi pengetahuan,” ungkapnya.

Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat sebagai pewaris kebudayaan Bali yang terus berkembang mengikuti zaman.

“Di tengah arus perubahan, Tutur Ayu menjadi pengingat bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kebisingan, melainkan dari ketekunan merawat nilai,” terangnya.

Pameran “Tutur Ayu” menampilkan 18 karya lukisan dari tiga perupa Bali yang juga dikenal sebagai guru seni, yakni Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha.

Melalui karya-karya tersebut, para seniman menghadirkan refleksi tentang kehidupan, nilai budaya, serta kebijaksanaan yang menjadi ruh peradaban Bali. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar