𝗠𝗗𝗔 𝗕𝗮𝗹𝗶: 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗧𝗮𝗸𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗵𝘂𝘀𝘂𝘀 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 07 Maret 2026

𝗠𝗗𝗔 𝗕𝗮𝗹𝗶: 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗧𝗮𝗸𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗵𝘂𝘀𝘂𝘀 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶

MDA Bali: Malam Takbiran Tetap Digelar dengan Aturan Khusus Saat Nyepi

DENPASAR, Lensabali.id – Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali memastikan umat Islam tetap diperbolehkan melaksanakan malam takbiran meski bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan pelaksanaan takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah tidak akan mengurangi makna kesucian Nyepi.

Menurutnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali telah menyepakati sejumlah ketentuan agar kedua perayaan tersebut dapat berlangsung berdampingan secara tertib dan penuh toleransi.

Salah satu aturan yang disepakati adalah pelaksanaan takbiran dilakukan dengan berjalan kaki menuju masjid atau musala terdekat dengan jarak sekitar 500 meter. Selain itu, kegiatan takbiran juga tidak menggunakan pengeras suara dan dibatasi hingga pukul 23.00 Wita.

Setelah kegiatan selesai, masyarakat diminta kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan aktivitas di luar karena masih dalam suasana Nyepi.

“Jadi sudah sungguh menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali ini untuk Indonesia,” ujar Sukahet usai menghadiri Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan sekitar 10 ribu lebih pecalang di seluruh Bali akan bertugas menjaga keamanan selama perayaan Nyepi tahun ini. Dengan pengamanan tersebut, ia berharap perayaan Nyepi maupun malam takbiran dapat berlangsung tertib sebagai wujud keharmonisan antarumat beragama.

“Dengan begini, perayaan Rahina Agung Nyepi berdampingan dengan takbiran akan berjalan dengan baik dan aman,” jelas Sukahet yang juga menjabat Ketua FKUB Provinsi Bali.

FKUB Provinsi Bali juga telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan malam takbiran yang bertepatan dengan Nyepi. Surat tersebut disusun bersama Gubernur Bali, Pangdam, Kapolda Bali, serta sejumlah tokoh agama agar pelaksanaannya tetap kondusif.

Sukahet menilai masyarakat Bali selama ini telah menunjukkan praktik toleransi yang kuat. Ia mencontohkan bahwa perayaan Nyepi yang berdekatan dengan hari besar agama lain juga pernah terjadi pada Idul Fitri tahun sebelumnya.

“Nyepi berjalan tidak ternodai dengan acara takbiran, sama-sama jalan. Inilah kita hidup di Indonesia yang berdampingan, kemudian kita mesti menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945,” pungkasnya. (*/apn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar