BULELENG, Lensabali.id - Proyek penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Titik Nol Singaraja terus bergulir. Seiring berlangsungnya pekerjaan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara melakukan langkah pengamanan jaringan listrik sekaligus relokasi sejumlah infrastruktur kelistrikan di sekitar pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan keselamatan para pekerja proyek serta masyarakat di sekitar lokasi dari potensi risiko kelistrikan selama proses pengerjaan berlangsung.
Asisten Manajer Jaringan Distribusi Unit Induk Distribusi (UID) Bali UP3 Bali Utara, Putu Agus Cipta Kusuma, menjelaskan bahwa saat ini PLN tengah memfokuskan pekerjaan pada pengamanan jaringan listrik di area proyek.
“Saat ini progres kami adalah dalam tahap pengamanan untuk pelaksanaan pengerjaan proyek Titik Nol Singaraja. Tujuannya supaya teman-teman dari PU maupun vendor pelaksana di sana aman dari bahaya listrik,” ujarnya, Jumat (6/3).
Selain pengamanan jaringan, PLN juga melakukan relokasi gardu listrik yang sebelumnya berada di depan Kantor Bupati Buleleng. Pemindahan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan agar selaras dengan rencana pembangunan ruang publik di area itu.
“Gardu yang awalnya berada di depan Kantor Bupati, nantinya akan digeser atau dipindahkan ke sisi barat. Itu proses yang sedang berjalan saat ini,” imbuhnya.
Di tengah pengerjaan proyek, sempat terjadi pemadaman listrik di kawasan pusat pemerintahan pada Selasa (3/3). PLN menjelaskan bahwa sebagian pemadaman tersebut merupakan bagian dari proses pengamanan jaringan listrik, termasuk penanganan tiang listrik yang berpotensi roboh akibat aktivitas penggalian di lokasi proyek.
Agus mengungkapkan, pemeliharaan jaringan sebenarnya dijadwalkan selesai pada pukul 15.00 Wita. Namun muncul gangguan tak terduga yang menyebabkan durasi pemadaman menjadi lebih panjang.
“Sebenarnya kami mengamankan tiang yang terancam roboh akibat adanya penggalian di lokasi proyek. Secara jadwal pekerjaan pemeliharaan sudah selesai pukul 15.00 Wita, tetapi terjadi gangguan di sisi timur berupa kabel tembus,” jelasnya.
Kerusakan pada kabel bawah tanah tersebut membutuhkan penanganan lebih lama karena tingkat kesulitannya cukup tinggi. Akibatnya, pemadaman listrik berlangsung hingga sekitar lima jam dan berdampak pada sejumlah area, mulai dari kawasan Kantor Bupati hingga DPRD Buleleng.
Menanggapi keluhan warga mengenai pemadaman listrik yang dianggap mendadak, PLN memastikan bahwa setiap pemadaman terencana selalu disertai pemberitahuan kepada instansi terkait.
“Kami selalu bersurat ke Pemkab dan DPRD terkait rencana pemadaman. Bahkan komunikasi dengan teman-teman Diskominfo sangat intens karena mereka harus mengamankan server. Informasi jadwal pemadaman juga sudah kami sampaikan melalui media sosial Instagram resmi kami,” tandas Agus. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar