BULELENG, Lensabali.id – Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan sosial untuk membantu meringankan beban warga terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Manajer Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat setelah bencana.
“Melalui bantuan ini kami berharap proses pemulihan, baik di sekolah maupun di lingkungan terdampak dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar bisa kembali normal,” kata Ahad Rahedi di Denpasar, Rabu.
Penyaluran bantuan dilakukan di dua lokasi, yakni SD Negeri 5 Banjar serta posko pengungsian Desa Banjar. Kegiatan ini melibatkan sejumlah unit operasi Pertamina, di antaranya Terminal BBM (AFT) Ngurah Rai, Terminal BBM Sanggaran, dan Terminal Terintegrasi Manggis Karangasem.
Di SDN 5 Banjar, Pertamina menyerahkan sejumlah bantuan berupa pompa air, rak buku besi, serta perlengkapan alat tulis. Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan guru setempat, Ketut Semadi.
“Bantuan buku, alat tulis, dan rak buku ini tentu sangat membantu kami agar anak-anak bisa kembali belajar dengan lebih nyaman,” ujar Ketut Semadi.
Sementara itu, di posko pengungsian Desa Banjar, Pertamina menyalurkan bantuan logistik makanan, kebutuhan nonpangan, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi.
Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Banjar, Erik Sasrawan. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini sangat membantu warga kami yang terdampak banjir, khususnya bagi mereka yang masih berada di posko pengungsian. Semoga kepedulian ini membawa manfaat bagi masyarakat Desa Banjar,” katanya.
Sebelumnya, banjir bandang melanda Desa Banjar pada Jumat (6/3) malam. Bencana tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Selain korban jiwa, banjir juga merendam SD Negeri 5 Banjar dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga merusak sejumlah fasilitas dan perlengkapan sekolah. (*/apn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar