𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝘄𝗮𝗿𝗮 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗼𝗺𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗣𝗹𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 19 Februari 2026

𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝘄𝗮𝗿𝗮 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗼𝗺𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗣𝗹𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗻

Pandawara Group Temukan Dominasi Sampah Plastik di Pantai Kelan

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas bersih-bersih di pesisir Pantai Kelan, Kuta, Badung, mengungkap fakta memprihatinkan. Pandawara Group menemukan bahwa sekitar 90 persen sampah di kawasan tersebut didominasi stirofoam dan plastik.

Salah satu anggotanya, Gilang Rahma, menyebut sebagian besar sampah berukuran kecil, termasuk butiran mikroplastik yang sulit terlihat namun berisiko besar bagi lingkungan laut. Menurutnya, ancaman sampah plastik jauh lebih berbahaya dibandingkan sampah organik.

“Kalau sampah organik, meskipun banyak tapi efek berbahayanya itu tidak seberbahaya sampah anorganik,” ujar Gilang saat kegiatan bersih-bersih yang digelar InJourney Group melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia bersama Pandawara Group, Rabu (18/2/2026).

Ia mengingatkan Bali sebagai destinasi wisata prioritas nasional harus dijaga kelestarian dan keseimbangan ekosistemnya. Karena itu, Gilang mendorong penanganan sampah dilakukan secara kolaboratif lintas pihak.

“Untuk institusi terkait mungkin lebih merata saja sih, menyediakan fasilitas pengolahan sampahnya. Jadi ketika memang kita bisa berkolaborasi, bersinergi, entah itu individu, swasta, maupun government, itu Insyaallah masalah sampah akan tuntas,” jelasnya.

Gilang juga menyinggung besarnya jumlah penduduk Indonesia yang berpengaruh langsung terhadap volume konsumsi dan timbulan sampah. Kondisi ini, menurutnya, menuntut upaya pengelolaan yang lebih besar, terutama di kawasan wisata.

“Bisa dibilang, karena memang mungkin dengan keberagaman dan banyaknya kuantitas masyarakat yang ada di negara kita ini, jadi untuk me-manage area-area wisata, ataupun me-manage sampah-sampah yang ada di seluruh wilayah Indonesia, itu perlu effort lebih,” bebernya.

Ia membandingkan dengan sejumlah negara maju yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah lebih mapan. Namun, perbedaan itu juga dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan.

“Perlu diingat dan perlu dicatat, bahwa negara mereka memiliki jumlah produk yang jauh lebih sedikit dari kita. Otomatis Indonesia juga menghasilkan sampah yang jauh lebih banyak,” pungkas Gilang. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar