𝗠𝘂𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗘𝗿𝗮 𝗔𝗱𝗶 𝗔𝗿𝗻𝗮𝘄𝗮: 𝗠𝗲𝗿𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗰𝘂𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 13 Februari 2026

𝗠𝘂𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗘𝗿𝗮 𝗔𝗱𝗶 𝗔𝗿𝗻𝗮𝘄𝗮: 𝗠𝗲𝗿𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗰𝘂𝗮𝗻

Mutasi Perdana Era Adi Arnawa Meritokrasi Jadi Acuan

BADUNG, Lensabali.id – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan mutasi dan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Sebanyak 163 pejabat dari berbagai jenjang dilantik dan diambil sumpahnya di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (11/2/2026).

Langkah ini menjadi reshuffle perdana pemerintahan Adi Arnawa sejak resmi menjabat Bupati Badung pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta. Pergeseran mencakup pejabat Eselon II hingga Eselon IV dengan penekanan pada sistem merit.

Sebanyak 11 pejabat Eselon II mengalami pergeseran. I Wayan Wijana yang sebelumnya memimpin Dinas Pertanian dan Pangan kini dipercaya sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Badung. Sementara I Gde Eka Sudarwitha bergeser dari Kepala Dinas Kebudayaan menjadi Kepala Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial sebelumnya, AA Ngurah Raka Sukaeling, ditugaskan sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Badung. Posisi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan kini diisi IGNG Jaya Saputra yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Perubahan juga terjadi pada jabatan strategis lain. IB Gede Arjana ditunjuk sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), sementara AAN Rai Yuda Darma yang lama memimpin Dinas Perhubungan kini menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Bupati Adi Arnawa menegaskan mutasi dilakukan murni berdasarkan kinerja. “Ini mutasi perdana bagi kami selama memimpin di Badung ini. Kami berupaya pejabat yang dilantik hari ini benar-benar berdasarkan sistem merit,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan tanggung jawab besar. “Ada beberapa yang nyengsek. Pangkatnya tidak terlalu kelihatan, tetapi punya kinerja, ya langsung saya naikkan. Saya ingin membuat sistem yang jelas bagi karier ASN di Badung,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah jabatan Eselon II masih kosong dan akan diisi melalui mekanisme manajemen talenta setelah sistem tersebut siap. Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya menegaskan, “Pejabat yang dilantik sekarang sudah melewati uji kompetisi dan penilaian kinerja. Jadi, tidak ujug-ujug tetapi berproses.” (apn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar