KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kerja sama penerapan sistem e-ticketing dan e-payment untuk pemungutan retribusi sektor pariwisata.
Kerja sama tersebut dijalin antara Pemkab Klungkung dengan PT Ctrip International Indonesia dan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait pemungutan retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga di Kabupaten Klungkung.
Selain itu, Pemkab Klungkung juga menjalin kerja sama dengan Desa Adat Sompang dan Desa Adat Sakti terkait pengelolaan tempat rekreasi, objek, dan daya tarik wisata di wilayah desa adat masing-masing.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilaksanakan oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama para pihak terkait di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (12/2/2026).
Bupati I Made Satria menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pemungutan retribusi merupakan langkah penting untuk mewujudkan sistem yang transparan, akuntabel, dan modern, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, peralihan dari sistem manual ke sistem berbasis digital akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus meningkatkan akurasi pencatatan penerimaan daerah.
“Langkah ini bertujuan meminimalisir potensi kebocoran penerimaan serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang kerap terjadi pada sistem manual,” ujar Bupati Satria.
Ia menegaskan, tujuan utama penerapan e-ticketing dan e-payment meliputi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi pelayanan, serta penguatan sistem pengawasan berbasis data.
“Dengan sistem digital, data kunjungan wisatawan dapat diketahui secara pasti. Pemerintah juga bisa memantau penerimaan secara real-time dan membangun database terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebijakan ke depan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Klungkung berharap pengelolaan retribusi pariwisata menjadi lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan, seiring dengan perkembangan sektor pariwisata daerah. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar