KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Banjarangkan Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Desa Bakas, Rabu (25/2).
Musrenbang tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan kabupaten dengan prioritas dan kebutuhan riil desa.
Dalam pemaparannya, Bupati Satria menyampaikan capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus memaparkan arah kebijakan anggaran tahun mendatang yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi produktif.
Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan besar yang diproyeksikan muncul pada 2027, antara lain kebijakan Tata Kelola Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, ketidakpastian global, serta potensi risiko bencana akibat perubahan iklim ekstrem.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan daerah untuk bergerak adaptif dan inovatif agar pembangunan tetap berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Satria mendorong para perbekel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persoalan utama yang dihadapi wilayahnya, sekaligus merancang terobosan sesuai karakteristik desa masing-masing.
“Para Perbekel harus berinovasi. Dari ketujuh persoalan yang kita hadapi, semuanya harus dievaluasi dengan cermat. Saya juga mendorong desa untuk lebih kreatif dalam menggarap potensi pariwisata melalui inovasi-inovasi baru agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai sektor pariwisata berbasis potensi lokal masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Banjarangkan.
Melalui forum Musrenbang ini, Bupati berharap setiap usulan pembangunan benar-benar terukur, selaras dengan visi Klungkung Mahottama, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar