𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗚𝗿𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗴𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 15 Februari 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗚𝗿𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗴𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻

Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – I Made Satria secara resmi membuka Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang digelar di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (15/2/2026).

Ajang tahunan ini menjadi ruang partisipasi strategis bagi anak-anak dan remaja Klungkung untuk menyuarakan aspirasi, gagasan, serta isu-isu penting terkait pemenuhan hak anak.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa Duta Anak bukan sekadar gelar seremonial, melainkan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program perlindungan anak.

Ia mendorong para finalis untuk aktif menyebarkan nilai-nilai positif, memperkuat karakter generasi muda, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Duta Anak terpilih diharapkan mampu membawa suara anak-anak Klungkung, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga bersaing di tingkat Provinsi Bali hingga nasional,” ujar Bupati Satria.

Ia pun menyemangati para finalis agar siap berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026 dan mengharumkan nama daerah.

Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Sementara itu, Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata partisipasi anak dalam pembangunan, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Menurutnya, pemilihan Duta Anak menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar kepemimpinan, keberanian berpendapat, serta kepedulian terhadap isu sosial.

Grand Final Duta Anak Klungkung 2026 diikuti 25 finalis terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat dari seluruh kecamatan.

Para finalis mempresentasikan berbagai isu strategis, mulai dari kesehatan mental remaja, pelestarian budaya lokal, hingga pencegahan pernikahan dini sebagai tantangan masa depan generasi muda. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar