𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝟮𝟬𝟮𝟲 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 17 Januari 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝟮𝟬𝟮𝟲

Ketua Dekranasda Bali Ibu Putri Koster Matangkan Persiapan Dekranasda Bali Fashion Day 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, memimpin rapat persiapan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 yang digelar di Sekretariat Dekranasda Provinsi Bali, Kamis (15/1). Rapat tersebut membahas pemantapan konsep serta teknis pelaksanaan kegiatan yang dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk menggerakkan UMKM dan memperkuat penggunaan produk lokal Bali, khususnya busana berbasis kain tradisional.

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa DBFD tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kegiatan ini harus dirancang konsisten dan berdampak langsung bagi perajin dan pelaku UMKM lokal. “DBFD ini harus menjadi ruang nyata bagi perajin Bali untuk tampil dan berkembang, bukan sekadar peragaan busana,” ujarnya.

DBFD 2026 direncanakan akan melibatkan perangkat daerah secara bergilir setiap bulan pada minggu keempat. Skema tersebut, kata Ibu Putri Koster, merupakan bentuk dukungan berkelanjutan pemerintah daerah dalam membuka akses promosi dan pasar bagi produk fesyen lokal Bali. “Dengan keterlibatan perangkat daerah secara rutin, kita ingin menciptakan keberlanjutan, bukan kegiatan yang selesai sekali lalu berhenti,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Bali Ibu Putri Koster Matangkan Persiapan Dekranasda Bali Fashion Day 2026

Ia menekankan bahwa penggunaan produk lokal, terutama kain tradisional Bali, harus menjadi kebiasaan dan bagian dari gaya hidup, khususnya di lingkungan pemerintahan. “Kalau kita sendiri tidak bangga dan tidak menggunakan produk Bali, lalu siapa lagi yang akan mendukung perajin kita?” kata Ibu Putri Koster.

Lebih lanjut, DBFD juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan apresiasi terhadap nilai budaya yang terkandung dalam busana tradisional Bali. Menurutnya, kain dan busana lokal tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, dan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Ibu Putri Koster juga mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara Dekranasda, perangkat daerah, perajin, serta pelaku UMKM. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar DBFD mampu menciptakan ekosistem industri fesyen lokal yang sehat dan berdaya saing. “Kalau kita bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar bagi ekonomi kreatif Bali,” ujarnya.

Melalui DBFD 2026, Dekranasda Provinsi Bali menargetkan fesyen berbasis kain tradisional tidak hanya tampil sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan perajin dan UMKM lokal secara berkelanjutan. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar