Lensabali.id - Google melalui divisi kecerdasan buatan DeepMind resmi menghadirkan pembaruan pada model pembuat video berbasis AI, Veo 3.1. Update terbaru ini menitikberatkan pada peningkatan aspek visual dan format video.
Veo 3.1 pertama kali dirilis pada Oktober 2025 dengan fokus utama pada kualitas audio agar terdengar lebih alami dan sinkron dengan visual. Pada versi terbarunya, Google mengalihkan perhatian ke kualitas gambar, fleksibilitas format, serta resolusi video.
Terdapat tiga peningkatan utama yang dibawa Veo 3.1. Pertama adalah fitur Enhanced Ingredients to Video yang memungkinkan model AI mengolah berbagai input visual mulai dari gambar, karakter, latar, hingga objek menjadi satu video yang konsisten.
Google menyebut, Veo 3.1 kini lebih cerdas dalam menyintesis beragam bahan visual tersebut, sehingga identitas karakter dan detail latar dapat terjaga secara konsisten dari awal hingga akhir video.
Peningkatan kedua adalah dukungan pembuatan video vertikal secara native melalui mode portrait. Dengan fitur ini, pengguna dapat langsung menghasilkan video berformat 9:16 tanpa perlu melakukan pemotongan dari format horizontal.
Menurut Google, video vertikal tersebut dibuat secara full-frame dan dirancang untuk kebutuhan mobile-first, sehingga cocok digunakan di platform video pendek seperti TikTok dan YouTube Shorts.
Peningkatan ketiga menyasar kualitas visual. Melalui teknik upscaling, Veo 3.1 kini mendukung output video beresolusi 1080p hingga 4K, yang dinilai cukup siap untuk kebutuhan produksi profesional, termasuk penayangan di layar berukuran besar.
Google memastikan seluruh video yang dihasilkan Veo 3.1 tetap dilengkapi SynthID digital watermark sebagai penanda konten buatan AI. Model ini tersedia untuk pengguna umum, profesional, dan enterprise melalui Gemini API, Vertex AI, Flow, Google Vids, serta terintegrasi dengan YouTube Shorts dan aplikasi YouTube Create.
Pada tahap awal, fitur baru Veo 3.1 baru tersedia untuk pengguna YouTube Create di India, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia, dengan rencana perluasan akses secara bertahap ke wilayah lain dan perangkat iPhone dalam beberapa bulan ke depan. (*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar