DENPASAR, Lensabali.id - Tragedi menimpa pasangan suami istri asal Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dewa Ketut Suparta (70) dan istrinya, Dewa Ayu Made Gati (57), meninggal dunia setelah diserang segerombolan tawon saat berkebun di Banjar Kedisan, Selasa (20/1/2026) sore. Sang suami meninggal di lokasi kejadian, sementara istrinya menghembuskan napas terakhir beberapa jam kemudian usai sempat mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 15.00 WITA ketika Dewa Suparta tengah beristirahat di atas gubuk di kebun. Petaka terjadi saat Dewa Gati membersihkan area bawah gubuk dengan memindahkan tumpukan daun kelapa kering yang ternyata menutupi sarang tawon berukuran besar.
Begitu daun kelapa diangkat, koloni tawon langsung menyerang. “Mereka sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke arah yang berbeda,” ujar Kompol Sartika. Dalam kepanikan, Dewa Suparta terjatuh dan kepalanya membentur akar pohon. Dalam kondisi tidak berdaya, korban kembali diserang tawon hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi.
Sementara itu, Dewa Gati sempat diselamatkan warga dan dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo. Meski kondisinya sempat stabil dan diizinkan pulang, korban mengalami kejang-kejang di rumah sekitar pukul 20.00 WITA. Ia kembali dilarikan ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia setengah jam kemudian.
“Hasil pemeriksaan menemukan banyak bekas sengatan tawon serta luka akibat benturan. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” pungkas Kompol Sartika. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar