LENSA BALI

Hot


Selasa, 03 November 2026

𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗲𝘀 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗦𝗮𝗽𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮, 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗘𝗸𝗼𝗿 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳

November 03, 2026 0
Kasus Rabies pada Sapi Kembali Ditemukan di Jembrana, Satu Ekor Positif

JEMBRANA, Lensabali.id – Dua ekor sapi di Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, dilaporkan digigit anjing. Dari dua kejadian tersebut, satu ekor pedet berusia tiga bulan dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membenarkan temuan tersebut. Hasil pengujian Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar memastikan salah satu sapi yang digigit terinfeksi rabies.

"Memang benar, ada sapi yang digigit anjing rabies di Desa Pangyangan. Digigit ada dua ekor dan yang positif rabies satu ekor," ungkap Sugiarta, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, kejadian pertama berlangsung pada Selasa (20/10). Saat itu, peternak melaporkan sapinya mengalami perubahan perilaku dan terlihat sakit. Ketika petugas datang untuk melakukan pemeriksaan, sapi tersebut menunjukkan gejala berupa air liur berlebihan menyerupai busa serta bersikap agresif.

"Ketika hendak didekati untuk diperiksa, sapi tersebut justru meloncat ke sungai karena kandang sapi memang berada dekat sungai," jelas Sugiarta.

Sapi tersebut kemudian ditemukan sudah mati setelah warga mengangkatnya ke tepi sungai. Petugas mengambil sampel otak untuk diperiksa di BBVet Denpasar. Hasil laboratorium yang diterima pada 29 Oktober memastikan sapi tersebut positif rabies.

Kasus gigitan berikutnya terjadi di lokasi yang sama pada Minggu (1/11). Sapi kedua dilaporkan mati mendadak dan sampelnya telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium. Namun, hingga kini hasil pengujiannya belum diterima.

"Untuk kasus kedua ini kami belum berani memastikan sapi itu rabies atau tidak karena sampelnya belum ada hasilnya. Pemilik sapi juga telah kami arahkan untuk mendapatkan VAR (vaksin antirabies)," ujar Sugiarta.

Menurut Sugiarta, kawasan sekitar lokasi kejadian menjadi perhatian karena terdapat banyak anjing liar yang diduga sengaja dibuang di wilayah dekat pantai dan tambak. Dinas kini melakukan penyisiran terhadap anjing-anjing di kawasan tersebut.

Cakupan vaksinasi anjing di wilayah itu disebut telah mencapai sekitar 90 persen. Meski demikian, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana akan melakukan eliminasi selektif terhadap anjing liar serta berkoordinasi dengan Perbekel Pangyangan dan Tim Siaga Rabies.

"Sepanjang tahun 2026 hingga bulan November, kasus positif rabies pada sapi ada dua kasus terjadi di Jembrana. Sebelumnya terjadi kasus pertama di Baluk Rening, Kecamatan Negara, awal tahun ini," papar Sugiarta.

Secara keseluruhan, kasus rabies positif di Jembrana sejak awal tahun hingga November 2026 tercatat sebanyak 88 kasus. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 116 kasus.

"Kami dari dinas sudah siap siaga. Yang namanya kasus kami tidak bisa prediksi, apalagi dengan adanya katanya anjing yang sengaja dibuang. Ini yang kami waspadai," pungkasnya. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗚𝗹𝗮𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮, 𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗙𝗦𝗕 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟬𝟮𝟲

November 03, 2026 0

Hadiri Gladi dan Lepas Duta Seni Kuta, Anom Gumanti Anom Gumanti Targetkan Penampilan Terbaik di FSB Badung 2026

BADUNG, Lensabali.id - Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti melepas dua duta seni Kecamatan Kuta yang akan berlaga dalam Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung 2026. Pelepasan yang dirangkaikan dengan gladi tersebut berlangsung di Banjar Anyar, Kuta, Senin (2/11) malam.

Dua kelompok seni yang dipercaya mewakili Kuta yakni Gong Kebyar Dewasa dari Sanggar Surya Art Kedonganan serta Kendang Metunggal dan Bapang Barong dari Sanggar SKY Kuta. Keduanya menunjukkan kesiapan melalui penampilan dalam gladi sebelum mengikuti kompetisi tingkat kabupaten tersebut.

Anom Gumanti mengapresiasi persiapan para seniman yang akan membawa nama Kecamatan Kuta. Ia menilai Kuta selama ini memiliki konsistensi dalam mengikuti berbagai agenda seni budaya, baik Pesta Kesenian Bali (PKB) maupun Festival Seni Budaya Kabupaten Badung.

Menurutnya, keberlanjutan partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan seni dan budaya di Kuta tetap terpelihara. Pembinaan serta keterlibatan generasi muda dalam kelompok seni juga perlu mendapat perhatian agar tradisi berkesenian dapat terus diwariskan.

Hadiri Gladi dan Lepas Duta Seni Kuta, Anom Gumanti Anom Gumanti Targetkan Penampilan Terbaik di FSB Badung 2026

“Senang dan bahagia karena dalam event-event Kabupaten Badung, Kuta selalu tampil. Setiap PKB, Kuta selalu berbicara. Artinya, seni budaya yang kita miliki di Kuta sudah ajeg. Mudah-mudahan ini bisa dilestarikan dan dipertahankan untuk generasi-generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan para peserta. Menurut Anom, para seniman yang terlibat telah memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan dan kompetisi seni, mulai dari kelompok gong kebyar anak-anak, remaja, dewasa hingga baleganjur.

“Saya tidak meragukan lagi keahlian mereka di bidang menabuh, demikian juga dalam menarikan barong. Penarinya juga merupakan pilihan. Jadi, mari kita tunjukkan kepada Badung bahwa Kuta mampu berbicara dan bersaing, bahkan di tingkat Provinsi Bali,” tegasnya.

Anom berharap seluruh peserta tetap menjaga semangat, kekompakan dan kualitas penampilan hingga kompetisi berlangsung. Ia juga mengajak masyarakat Kuta memberikan dukungan langsung, termasuk dengan menyaksikan penampilan para duta seni pada Pesta Kesenian Bali mendatang di Art Center.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra Wayan Puspa Negara, Camat Kuta Made Agus Suantara, Sekcam Kuta Putu Dedik Ady Ardiana, jajaran Listibiya Kecamatan Kuta, lurah dan seklur, bendesa adat serta tokoh masyarakat setempat. (*/ap)
Read More

𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗦𝗝 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗔𝘆𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮

November 03, 2026 0
Baru Kembali dari RSJ Bangli, Pria di Klungkung Bakar Motor Milik Ayahnya

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Sebuah sepeda motor Honda Beat milik I Made Santika (65) hangus terbakar di halaman rumahnya. Kendaraan bernomor polisi DK 3103 MY tersebut diduga dibakar oleh anak korban berinisial IPYS, yang baru saja kembali menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sepeda motor berwarna biru itu hanya menyisakan kerangka besi yang menghitam akibat dilalap api. Sekitar pukul 11.00 Wita, sejumlah warga dan petugas tampak berada di sekitar rumah untuk memantau kondisi kendaraan serta keamanan keluarga.

Santika menuturkan, peristiwa bermula ketika anaknya membakar kertas di dalam kamar pada pagi hari. Ia sempat memadamkan api sebelum meninggalkan rumah untuk mencari bantuan.

"Awalnya tadi pagi bakar kertas di kamarnya. Terus saya padamkan. Waktu saya keluar, baliknya sudah begini," terang Santika.

Saat kembali, Santika mendapati sepeda motor miliknya telah terbakar hebat. Sementara itu, IPYS sudah tidak berada di rumah.

"Sekarang saya tidak tahu dia ke mana. Setelah membakar motor terus pergi. Saat saya datang dia sudah tidak ada di sini," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian di lokasi, korban sebelumnya sempat menegur IPYS yang kedapatan membakar kertas di kamar. Korban kemudian turun tangan untuk memadamkan api. Setelah itu, ia keluar rumah dengan maksud meminta bantuan.

Namun, ketika kembali, korban justru mendapati Honda Beat miliknya yang terparkir di halaman telah hangus terbakar. Akibat kejadian tersebut, Santika mengalami kerugian materi berupa satu unit sepeda motor yang tidak dapat digunakan lagi.

IPYS diketahui baru pulang setelah menjalani perawatan di RSJ Bangli. Hingga saat ini, keberadaannya masih dicari untuk diamankan. Petugas Kecamatan Klungkung juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu penelusuran.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Puskesmas dan Satpol PP untuk mencari tahu keberadaannya," ujar salah seorang petugas dari Kecamatan Klungkung yang enggan disebutkan namanya. (ap)
Read More