LENSA BALI

Hot


Selasa, 08 September 2026

𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗞𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗘𝗿𝘂𝗽𝘀𝗶, 𝟭𝟬𝟴 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗴𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸

September 08, 2026 0
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 108 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Sekitar 13 ribu penumpang terdampak pembatalan maupun penyesuaian jadwal penerbangan pada periode Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 Wita hingga Senin (7/9/2026) pukul 11.00 Wita.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan jumlah penumpang terdampak tersebut terdiri dari sekitar 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan.

"Jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," ujarnya, Senin (7/9/2026).

Selain penumpang, sebanyak 108 penerbangan di Bandara Ngurah Rai tercatat mengalami pembatalan dan atau penyesuaian jadwal. Dampak tersebut terutama terjadi pada penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara di Pulau Jawa.

"Kami mencatat sebanyak 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan," lanjutnya.

Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara Bandung. Hingga Senin pukul 11.00 Wita, sebanyak 51 penerbangan dari Bali menuju Soekarno-Hatta dibatalkan, sedangkan penerbangan kedatangan dari Soekarno-Hatta ke Bali yang dibatalkan mencapai 43 penerbangan.

Untuk rute Halim Perdanakusuma-Bali, tercatat lima penerbangan menuju Bali dan tiga penerbangan dari Bali menuju Halim Perdanakusuma dibatalkan. Sementara rute Husein Sastranegara-Bali mengalami tiga pembatalan untuk masing-masing arah penerbangan.

Sebelumnya, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita, sebanyak 42 penerbangan di Bandara Ngurah Rai telah terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan yang terdampak saat itu merupakan rute dari dan menuju Jakarta serta penerbangan menuju Bandung.

Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan di Bandara Internasional El Tari Kupang. Sebanyak 10 penerbangan dibatalkan, terdiri atas lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan.

Airport Operation, Service, and Security Division Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional El Tari Kupang, I Nyoman Dedy Yuliantara, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional akibat kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan data, terdapat 10 penerbangan yang terdampak pembatalan, terdiri atas lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan," jelas Dedy, Senin (7/9/2026). Ia menambahkan, maskapai telah memberikan penanganan kepada penumpang terdampak melalui penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

"Terhadap penumpang yang terdampak, pihak maskapai telah memberikan penanganan berupa penjadwalan ulang penerbangan dan atau pengembalian biaya tiket sesuai dengan ketentuan dan kebijakan masing-masing maskapai," ujarnya.

Manajemen Bandara El Tari Kupang mengimbau calon penumpang terus memantau informasi melalui kanal resmi maskapai dan memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Pihak bandara juga memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk menyesuaikan operasional dengan perkembangan kondisi vulkanik. (ap)
Read More

𝗡𝗮𝗵𝗮𝘀𝘀! 𝗕𝗲𝗿𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗠𝘂𝘀𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶

September 08, 2026 0
Nahass! Berburu Musang Malam Hari, Pria di Bangli Tewas Tertembak Senapan Sendiri

BANGLI, Lensabali.id - Seorang pria berinisial PJ tewas setelah tertembak senapan angin miliknya sendiri saat berburu musang di kawasan hutan Sidaparna, Kabupaten Bangli. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama lima rekannya berburu pada malam hari.

Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi mengatakan kejadian berlangsung pada Rabu (3/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, PJ dan lima rekannya menyusuri kawasan hutan dengan membawa senapan angin untuk mencari musang.

Keenam pemburu tersebut berjalan berbaris menyusuri hutan dalam kondisi gelap. PJ berada di posisi paling belakang dalam rombongan saat tiba-tiba terperosok ke sebuah jurang.

"Itu jurang kedalaman 13 meter. Korban sempat dicari temannya yang lain seusai terperosok," kata Dadi, Senin (7/9/2026).

Sesaat setelah PJ terjatuh, rekan-rekannya mendengar suara tembakan dari arah jurang. Mereka kemudian mencari korban dan menemukan PJ sudah tergeletak di dasar jurang dalam kondisi mengalami luka akibat tembakan.

Kelima rekannya kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi PJ untuk mendapatkan perawatan. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah untuk mendapat penanganan medis.

Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kondisi PJ tidak membaik hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazah korban sempat dititipkan di RSU Bangli sebelum kemudian menjalani prosesi ngaben pada Senin (7/9/2026).

Polisi telah memeriksa lima rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian. Dari pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam kematian PJ.

Dadi menjelaskan, korban diduga tertimpa senapannya sendiri ketika terjatuh ke jurang. Benturan tersebut diduga memicu letusan senapan hingga proyektil mengenai bagian kepala korban.

"Tidak ada indikasi keterlibatan. Murni kelalaian korban. Peluru mengenai kepala korban, tapi tidak sampai tembus. Pelurunya bersarang saja di kepala korban," katanya. Polisi menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai kecelakaan akibat kelalaian korban saat membawa senapan dalam kondisi berburu di malam hari. (ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗮𝗽𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗿𝗮𝗵 𝗙𝗶𝘀𝗸𝗮𝗹 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲-𝟮𝟬𝟮𝟳, 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁 𝗧𝘂𝗺𝗯𝘂𝗵 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟲,𝟰𝟬 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻

September 08, 2026 0
Gubernur Koster Paparkan Arah Fiskal Bali 2026-2027, Ekonomi Ditarget Tumbuh hingga 6,40 Persen

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan penjelasan mengenai Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dan Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bali, Denpasar, Senin (7/9/2026).

Menurut Koster, penyampaian kedua dokumen anggaran secara bersamaan memiliki arti strategis. Perubahan APBD 2026 diperlukan untuk menyesuaikan pelaksanaan anggaran dengan perkembangan sepanjang tahun berjalan, sedangkan APBD 2027 menjadi pijakan fiskal untuk melanjutkan pembangunan pada tahun berikutnya.

Kedua dokumen tersebut, kata Koster, harus dilihat sebagai satu rangkaian yang saling berkaitan. Keselarasan perencanaan dan penganggaran diperlukan untuk memastikan pembangunan Bali tetap berjalan berkesinambungan.

Ia menyampaikan, perekonomian Bali masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional. Namun, ketergantungan pada sektor pariwisata, mobilitas masyarakat, perdagangan, jasa, investasi, serta aktivitas ekonomi global membuat Bali tetap menghadapi risiko dari perubahan eksternal.

Situasi tersebut mendorong Pemprov Bali untuk mengelola keuangan daerah secara lebih adaptif, prudent, efektif, efisien, sekaligus berorientasi pada hasil. Dari sisi pendapatan, peningkatan kapasitas fiskal ditempuh melalui optimalisasi PAD, peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, pemutakhiran basis data, digitalisasi pemungutan, serta perbaikan kualitas pelayanan publik.

Koster menekankan, peningkatan penerimaan daerah tidak boleh mengabaikan kemampuan masyarakat dan dunia usaha. Kebijakan pendapatan juga harus tetap menjaga iklim investasi dan daya saing ekonomi Bali. Karena itu, kenaikan pendapatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas belanja.

Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah direncanakan naik dari Rp6,5 triliun lebih menjadi Rp6,6 triliun lebih. PAD juga meningkat dari Rp4,2 triliun lebih menjadi Rp4,3 triliun lebih.

Kenaikan PAD antara lain berasal dari Retribusi Daerah yang mencapai Rp649 miliar lebih, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp257 miliar lebih, serta Lain-Lain PAD yang Sah sebesar Rp617 miliar lebih. Sementara Belanja Daerah meningkat dari Rp7,2 triliun lebih menjadi Rp7,5 triliun lebih.

Gubernur Koster Paparkan Arah Fiskal Bali 2026-2027, Ekonomi Ditarget Tumbuh hingga 6,40 Persen

Belanja tersebut diarahkan untuk memenuhi kewajiban daerah, memperkuat pelayanan publik, membiayai prioritas pembangunan dan program yang memiliki daya ungkit tinggi, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Untuk APBD Semesta Berencana 2027, Pemprov Bali menetapkan sasaran pembangunan yang optimistis namun tetap realistis dengan mempertimbangkan capaian pembangunan hingga semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 5,60–6,40 persen, kemiskinan 2,75–3,40 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 1,75–2,25 persen.

Target tersebut akan ditempuh melalui program prioritas yang berpihak kepada masyarakat sekaligus selaras dengan agenda nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Tema pembangunan Bali 2027 ditetapkan, “Akselerasi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali”.

Dalam RAPBD 2027, Pendapatan Daerah direncanakan Rp5,7 triliun lebih, dengan PAD Rp4,5 triliun lebih. Sementara Belanja Daerah direncanakan Rp6,1 triliun lebih, sehingga terdapat defisit sebesar Rp475 miliar lebih atau 8,32 persen.

Koster berharap pembahasan kedua Raperda dapat berjalan sesuai mekanisme dan prosedur hingga memperoleh persetujuan bersama. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan Bali pada 2026 dan 2027. (*/ap)
Read More