BADUNG, Lensabali.id - Tragedi terjadi di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali. Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (56) ditemukan tewas tergantung, sementara dua anaknya, ADS (6) dan LKS (4), ditemukan meninggal di lantai bungalow.
Peristiwa itu terungkap setelah istri SDJ yang sedang berada di Jakarta mencoba menghubungi suaminya pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Saat percakapan berlangsung, dia mendengar suara salah satu anaknya menangis.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan sang istri kemudian tidak lagi dapat menghubungi suaminya. Kecurigaan semakin kuat setelah terdengar suara anak perempuan mereka.
“Sebagaimana pada saat menelepon suaminya dia mendengar anaknya sedang menangis dan tidak dapat dihubungi kembali,” ungkap Ariasandy, Senin (14/9/2026).
Dalam percakapan tersebut, istri SDJ juga mendengar LKS meminta ayahnya berhenti. Ucapan bocah itu menjadi salah satu momen terakhir yang terdengar sebelum komunikasi terputus.
“Saat komunikasi tersebut terdengar suara anak perempuan korban yang mengatakan 'stop daddy',” imbuh Ariasandy.
Karena khawatir dengan kondisi keluarganya, istri SDJ kemudian menghubungi pemilik bungalow dan meminta bantuan untuk mengecek keadaan suami serta kedua anaknya.
Pemilik bungalow saat itu sedang tidak berada di lokasi. Ia kemudian meminta Nur Khamid (51) untuk memeriksa bungalow. Dari luar, Nur tidak melihat aktivitas maupun tanda-tanda keberadaan penghuni di dalam.
Pemilik bungalow akhirnya datang ke lokasi bersama kepala lingkungan dan sejumlah warga. Sekitar pukul 10.14 Wita, mereka menemukan SDJ sudah dalam kondisi tewas tergantung pada terali besi jendela. Dua anaknya ditemukan tergeletak di lantai.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap jasad, kedua anak tersebut sementara diduga menjadi korban kekerasan berupa pembekapan dan pencekikan oleh SDJ. Setelah itu, SDJ diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kendati demikian, kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiganya. “Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban perlu kiranya dilakukan otopsi jenazah,” pungkas Ariasandy. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar