𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗠𝗮𝗻𝘁𝗮𝘅 𝗢𝘁𝗮𝘅 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗿𝗼𝗶𝗱, 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗖𝗵𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗢𝗧𝗣 - LENSA BALI

Hot


Selasa, 15 September 2026

𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗠𝗮𝗻𝘁𝗮𝘅 𝗢𝘁𝗮𝘅 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗔𝗻𝗱𝗿𝗼𝗶𝗱, 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗖𝗵𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗢𝗧𝗣


Malware Mantax Otax Mengintai Pengguna Android, Bisa Curi Chat hingga OTP

Lensabali.id - Peneliti keamanan siber menemukan malware Android baru bernama Mantax Otax yang dioperasikan aktor asal Indonesia. Malware tersebut menggabungkan kemampuan ransomware dan spyware, sehingga dapat mengenkripsi file sekaligus mencuri berbagai data sensitif dari perangkat korban.

Perusahaan keamanan siber Zimperium mengungkap Mantax Otax disebarkan melalui file APK berbahaya yang di-host di luar Google Play Store. Penyebarannya memanfaatkan pesan phishing serta teknik rekayasa sosial untuk membujuk pengguna memasang aplikasi tersebut.

Setelah terpasang, Mantax Otax meminta akses ke layanan Aksesibilitas. Izin ini memungkinkan malware memperoleh kendali luas terhadap perangkat. Malware kemudian mengambil domain infrastruktur command and control (C2) dari GitHub dan mengirimkan sejumlah informasi perangkat kepada operator.

Data yang dikumpulkan antara lain lokasi korban, operator seluler yang digunakan, versi Android, hingga ID perangkat. Kemampuan Mantax Otax juga berbeda bergantung pada versi sistem operasi yang digunakan.

Menurut laporan Zimperium, modul ransomware malware tersebut dapat mengenkripsi perangkat yang menjalankan Android 9 atau versi lebih lama. Pada Android 10 dan versi berikutnya, fitur keamanan dan privasi Scoped Storage membatasi kemampuan malware untuk mengenkripsi direktori file eksternal.

Mantax Otax akan mencari penyimpanan bersama dan mengenkripsi file yang menjadi target menggunakan kunci AES khusus korban yang diperoleh dari server C2. Setelah proses tersebut, file asli dihapus dan salinan terenkripsi diberi ekstensi ".enc".

Ancaman Mantax Otax tidak berhenti pada kemampuan ransomware. Malware ini juga dilengkapi fungsi spyware dan kendali jarak jauh. Peneliti menemukan kemampuannya untuk mencuri PIN layar, membaca SMS dan OTP, mengakses log panggilan, kontak, riwayat browsing, informasi akun Google, serta lokasi perangkat.

Malware tersebut bahkan dapat mencuri profil dan pesan WhatsApp serta membaca percakapan Telegram. Kemampuan itu dilakukan dengan memanfaatkan interaksi yang disimulasikan melalui layanan Aksesibilitas, seperti dikutip dari Bleeping Computer, Sabtu (12/9/2026).

Selain mencuri data, Mantax Otax dapat menggunakan kamera perangkat yang telah terinfeksi untuk mengambil foto dan mengirimkannya kepada operator. Versi keduanya juga dibekali fitur untuk mengganggu pengguna, termasuk menampilkan video layar penuh dan gambar "jumpscare".

Kabar baiknya, Mantax Otax telah terdeteksi dan diblokir pada perangkat Android yang mengaktifkan Play Protect serta menggunakan pembaruan keamanan terbaru. Zimperium sendiri merupakan mitra keamanan Google.

Pengguna Android tetap disarankan berhati-hati agar terhindar dari serangan serupa. Hindari memasang APK dari sumber tidak resmi, jangan sembarangan memberikan izin Aksesibilitas kepada aplikasi mencurigakan, dan pastikan aplikasi berasal dari publisher yang dapat dipercaya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar