GIANYAR, Lensabali.id – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Taman Safari Bali, Senin (17/8/2026), menghadirkan pemandangan berbeda. Seekor elang bondol (Haliastur indus) betina untuk pertama kalinya turut mengikuti upacara bendera bersama para karyawan.
Kehadiran burung tersebut dinilai cukup simbolis karena elang kerap dikaitkan dengan Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia.
"Ya, baru kali pertama ikut upacara dan memang lambang Garuda terinspirasi dari elang Jawa. Kebetulan juga, burungnya ready dan memang diperuntukkan bertemu dengan pengunjung," kata Life Science Manager Taman Safari Bali Ayudis Husadhi seusai upacara.
Elang bondol tersebut merupakan satu dari tiga koleksi elang yang dimiliki Taman Safari Bali. Didatangkan dari Bogor, Jawa Barat, burung itu telah berada di Bali selama sekitar satu dekade.
Namun, sebelum dibawa mengikuti upacara, elang tersebut terlebih dahulu menjalani proses pembiasaan. Selama sepekan, satwa itu dilatih berinteraksi dengan manusia serta dikenalkan dengan lingkungan dan suasana yang berbeda.
"Kami sudah lakukan conditioning, sepekan sebelum upacara, di area ini. Jadi, burung elang dilatih dan dibiasakan atau habituasi. Supaya terbiasa dengan lingkungan baru. Sehingga saat upacara, tingkah elangnya sudah tenang dan beradaptasi," jelas Ayudis.
Saat upacara berlangsung, elang bondol ditemani seekor kakatua dan dua burung nuri Bayan. Masing-masing satwa didampingi pawang. Khusus pawang elang harus mengenakan sarung tangan pelindung untuk mengantisipasi cengkeraman cakarnya.
Elang bondol tersebut terlihat tenang mengikuti seluruh rangkaian upacara. Sesekali kepalanya bergerak mengamati suasana sekitar, tetapi tidak menunjukkan perilaku yang mengganggu jalannya prosesi.
"Selama upacara tadi, si elang bisa tenang dan mengikuti prosesi hingga selesai. Dulu waktu kali pertama datang belum dapat ditangani. Kalau sekarang memang dibiasakan berinteraksi di suasana yang berbeda," tutur Ayudis.
Meski telah cukup lama dikonservasi di Taman Safari Bali, elang bondol tersebut belum dikembangbiakkan. Menurut Ayudis, burung yang tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Australia itu membutuhkan kondisi sarang yang cukup tinggi untuk berkembang biak.
"Belum ada rencana pengembangbiakkan. Selama ini, hanya kami perkenalkan ke pengunjung lewat program pertunjukkan di Bali Agung Show. Jadi, dipamerkan saja ke pengunjung, perkenalan ke pengunjung terkait tingkah laku burung ini di alam bebas," katanya.
Selain elang bondol, sejumlah satwa lain juga turut hadir dalam upacara HUT ke-81 RI di Taman Safari Bali. Di antaranya tiga gajah Asia, seekor ular piton Myanmar, serta seekor ular piton Indonesia. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar