GIANYAR, Lensabali.id – Sebanyak 28 balita stunting di Kabupaten Gianyar mendapat intervensi melalui pemberian Susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Bantuan tersebut disalurkan kepada balita di Kelurahan Ubud dan Desa Bedulu sebagai bagian dari upaya mempercepat perbaikan tumbuh kembang anak.
Ketua Tim Pembina Posyandu Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani mengatakan pemberian PKMK sekaligus dirangkaikan dengan pembinaan pelaksanaan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemantauan dilakukan di Kelurahan Ubud dan Desa Bedulu.
"Kami sedang memantau pemberian Susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting sekaligus pembinaan pelaksanaan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kelurahan Ubud dan Desa Bedulu," kata Adnyani dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Pemberian PKMK kali ini merupakan tahap ketiga dari enam tahap yang telah direncanakan. Sebanyak 13 paket disalurkan kepada balita di Kelurahan Ubud, sedangkan 15 paket lainnya diberikan kepada balita di Desa Bedulu.
"Pemberian 28 paket PKMK diharapkan mempercepat penurunan stunting di Gianyar. Semoga 13 anak yang mendapatkan intervensi ini nantinya tidak lagi masuk dalam data stunting. Karena itu harus terus dipantau, ditimbang, diukur tinggi badan dan perkembangan lainnya," ujar Adnyani.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menekan angka stunting dengan dukungan dana fiskal dari pemerintah pusat. Pemberian nutrisi khusus juga harus dibarengi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak serta edukasi kepada orang tua.
Intervensi gizi dinilai penting terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi keluarga, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.
Pencegahan stunting juga perlu dimulai sejak masa kehamilan. Bahkan, menurut Adnyani, persiapan dapat dilakukan sejak pasangan merencanakan diri untuk menjadi orang tua.
"Kami ingin setelah tahap ketiga ini ada perkembangan yang terlihat. Karena itu, anak-anak harus terus dipantau melalui bidan di Pustu atau Puskesmas serta kader Posyandu," katanya.
Adnyani menambahkan berbagai upaya intervensi yang dilakukan mulai memperlihatkan hasil. Angka stunting di Gianyar tercatat turun dari 4,3 persen menjadi 3,8 persen.
Capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar