KARANGASEM, Lensabali.id – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Kaler, Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, mengalami krisis air bersih setelah layanan Perumda Tirta Tohlangkir (PDAM) tidak mengalir selama tiga hari terakhir. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.
Salah seorang warga mengaku cadangan air di rumahnya telah habis sehingga kebutuhan rumah tangga menjadi sulit dipenuhi.
"Air sudah mati tiga hari, air di penampungan juga sudah habis, sekarang air untuk cuci piring susah," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (4/7/2026).
Kelian Banjar Dinas Kaler, I Made Budi, membenarkan bahwa gangguan distribusi air telah berdampak pada sekitar separuh dari total 300 KK di wilayahnya. Menurutnya, warga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak PDAM, namun hingga kini pasokan air belum kembali normal.
"Kami sudah melapor ke pihak PDAM terkait kondisi ini, tapi sampai saat ini air belum juga mengalir. Jadi masyarakat mulai mengeluh mengingat air merupakan kebutuhan utama masyarakat," kata Budi.
Ia menjelaskan gangguan serupa memang pernah terjadi sebelumnya, tetapi biasanya hanya berlangsung sekitar satu hari. Kali ini, lamanya gangguan membuat banyak warga terpaksa mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga memilih mengambil air ke rumah kerabat maupun sumber mata air di luar desa, sementara lainnya memanfaatkan sungai atau pantai untuk mandi.
"Semoga, pihak PDAM cepat merespons keluhan kami dan air kembali mengalir normal seperti biasa," harap Budi.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Ketut Mudita, menjelaskan gangguan disebabkan aliran air dari sumber menuju reservoir tidak berjalan normal sehingga memengaruhi distribusi ke pelanggan.
"Petugas kami masih melakukan penelusuran apa penyebab air dari sumber ke reservoir alirannya kecil. Kami akan upayakan agar air secepatnya bisa normal kembali," ujar Mudita. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar