KARANGASEM, Lensabali.id – Sebuah kandang ayam broiler milik I Nyoman Yuliantara di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem, dilalap si jago merah pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan kandang berukuran 12 x 60 meter serta menewaskan sekitar 22 ribu ekor ayam yang berada di dalamnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem mengerahkan 17 personel beserta lima unit armada untuk menjinakkan api yang berkobar hebat di lokasi kejadian.
"Saat petugas kami tiba di lokasi, api sudah berkobar sangat besar. Api baru berhasil dipadamkan setelah menghabiskan sekitar 17 ribu liter air," ujar Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Artha Negara, Minggu (5/7/2026).
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan peternakan yang terbangun untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tungku penghangat ayam. Tungku tersebut biasanya dicek setiap dua jam guna mengganti bahan bakar berupa pelet kering dari serbuk kayu.
Saat melakukan pengecekan, karyawan mendapati aliran listrik padam dan kobaran api sudah muncul dari bagian timur kandang. Ia segera membangunkan rekan kerjanya untuk berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik peternakan dan petugas pemadam kebakaran.
Namun, api dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kandang. Akibatnya, bangunan beserta puluhan ribu ayam broiler tidak berhasil diselamatkan.
Artha mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
"Untuk penyebab kebakaran diperkirakan karena korsleting listrik, kerugian secara keseluruhan akibat kejadian tersebut mencapai Rp 1 miliar," kata Artha. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar