𝗟𝗮𝘂𝗻𝗱𝗿𝘆 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗔𝗽𝗶, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗶𝗰𝘂 𝗞𝗲𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗴𝘂𝗹𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗚𝗮𝘀 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 02 Juli 2026

𝗟𝗮𝘂𝗻𝗱𝗿𝘆 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗔𝗽𝗶, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗶𝗰𝘂 𝗞𝗲𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗴𝘂𝗹𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗚𝗮𝘀

Laundry di Tabanan Ludes Dilalap Api, Diduga Dipicu Kebocoran Regulator Gas

TABANAN, Lensabali.id - Sebuah usaha laundry di Jalan Sriwijaya Nomor 36, Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, ludes dilalap api pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp750 juta.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan kebakaran terjadi di bangunan milik I Made Rusdiawan. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan bernama Ade Irmaliana yang sedang bekerja di dalam tempat usaha.

Menurut Wiwik, api awalnya terlihat muncul dari regulator mesin pengering pakaian. Ade sempat berusaha memadamkan kobaran api menggunakan spons basah, tetapi api justru semakin membesar dan merambat ke tumpukan pakaian di dalam bangunan.

"Api dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat sejumlah tabung gas LPG serta cairan parfum laundry yang mudah terbakar," jelas Wiwik.

Menyadari situasi semakin berbahaya, karyawan segera meminta bantuan warga sekitar dan kepala lingkungan Banjar Malkangin. Laporan kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan yang mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi sekitar pukul 12.40 WITA.

"Kurang lebih selama 45 menit api akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan seluruh bangunan beserta perlengkapan usaha hangus terbakar. Empat mesin pengering, empat mesin cuci, mesin boiler, kulkas, AC, dua tablet, satu telepon genggam, serta 15 tabung LPG turut musnah dalam kebakaran tersebut.

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga kebakaran dipicu kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih terus didalami.

"Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering," terang Wiwik.

Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, dan mengumpulkan barang bukti untuk memastikan penyebab kebakaran. Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan pemilik usaha mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp750 juta. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar