𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻 𝗖𝗼𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗠𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿𝗶𝘂𝘀, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗟𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗮𝗵 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 10 Juli 2026

𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻 𝗖𝗼𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗠𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿𝗶𝘂𝘀, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗟𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗮𝗵

Kasus Pembunuhan Man Colik Masih Misterius, Warga Perumahan Pesona Lepang Resah

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Belum terungkapnya kasus pembunuhan I Nyoman Cita (50) alias Man Colik membuat warga di sekitar lokasi kejadian masih diliputi kecemasan. Penghuni Perumahan Pesona Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, mengaku belum merasa tenang karena pelaku utama hingga kini belum berhasil ditangkap.

Kondisi tersebut sangat dirasakan warga karena lokasi pembunuhan berada di jalur yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk Perumahan Pesona Lepang. Setiap hari, warga harus melintasi kawasan tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Sebelum peristiwa itu terjadi, jalan di sekitar lokasi dikenal ramai dan sering digunakan warga untuk berolahraga pada sore hingga malam hari. Namun suasana kini berubah drastis. Aktivitas warga berkurang dan kawasan tersebut menjadi jauh lebih sepi saat malam.

"Takut sekali. Dulu ramai kita jogging. Kalau lapar jam 9 malam, keluar kita nyari makan. Sekarang pada ketakutan semua," ujar seorang warga Perumahan Pesona Lepang yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/7/2026).

Kekhawatiran warga tidak hanya dipicu oleh lokasi pembunuhan yang berada dekat lingkungan tempat tinggal mereka, tetapi juga karena pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian Man Colik masih belum diketahui keberadaannya.

"Apalagi pelakunya belum ditemukan," imbuh warga tersebut.

Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut agar rasa aman dapat kembali dirasakan oleh warga yang selama ini hidup berdampingan dengan lokasi kejadian.

Sebelumnya, Man Colik yang dikenal sebagai pedagang lawar godel ditemukan meninggal dunia di Sungai Bubuh pada Kamis (2/7/2026) pagi. Saat ditemukan, korban mengapung tanpa busana dengan sejumlah luka tusukan pada tubuhnya. Kalung emas yang biasa dikenakan korban juga dilaporkan hilang.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui berpamitan menuju Sungai Bubuh pada sore hari untuk mandi setelah bekerja, sebuah kebiasaan yang rutin dilakukannya. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung pulang sehingga keluarga mulai melakukan pencarian.

Putra korban yang mendatangi lokasi hanya menemukan sepeda motor Honda Scoopy milik ayahnya dalam keadaan terkunci. Pakaian dan telepon genggam korban juga tidak ditemukan di lokasi.

Pencarian kemudian dilakukan oleh keluarga, warga, dan tim gabungan hingga dini hari. Keesokan harinya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selain luka tusukan, pada bagian leher korban juga ditemukan bekas jeratan yang memperkuat dugaan tindak kekerasan.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan yang menggemparkan warga Klungkung tersebut. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar