DENPASAR, Lensabali.id - Kuliner tradisional masih menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Beragam hidangan khas Bali, mulai dari babi guling, cendol, laklak hingga serombotan, tercatat sebagai produk yang paling banyak diburu selama penyelenggaraan festival budaya tahunan tersebut.
Koordinator UMKM PKB 2026, Arya, mengatakan babi guling masih menjadi menu dengan penjualan tertinggi. Selain itu, minuman tradisional dan aneka jajanan khas Bali juga mendapat respons positif dari para pengunjung.
"Sementara sih yang paling banyak itu memang masih di babi guling sih yang jelas. Kemudian juga model-model minuman tradisional, ya cendol dan makanan ringan tradisional kayak laklak, serombotan," kata Arya saat ditemui di lokasi.
Tingginya minat masyarakat turut mendongkrak omzet pelaku UMKM pada kloter pertama yang berlangsung 13-27 Juni 2026. Selama periode tersebut, total transaksi yang dibukukan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Arya berharap capaian serupa bahkan lebih tinggi dapat diraih pada kloter kedua sehingga target total omzet UMKM selama penyelenggaraan PKB 2026 sebesar Rp5 miliar bisa tercapai.
"Tahun lalu kan Rp5 miliar, jadi ya kami harap mudah-mudahan tercapai juga gitu," ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem dua kloter bagi pelaku UMKM merupakan inovasi baru pada PKB tahun ini. Skema tersebut diterapkan sebagai hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya agar kesempatan berjualan lebih merata bagi seluruh peserta.
Selain itu, jumlah stan yang dikurangi dari 52 menjadi 37 membuat area makan menjadi lebih luas dan nyaman bagi pengunjung. Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan potensi transaksi karena pengunjung memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menikmati kuliner.
Salah seorang pengunjung, Diah Ayu (25), mengaku tertarik mencoba berbagai jajanan tradisional yang dijual di kawasan UMKM PKB. Ia membeli laklak, es daluman, rujak, hingga serombotan karena banyaknya pilihan yang tersedia.
"Banyak pilihan makanannya jadi kalap ke sini. Enak-enak sih rasanya dan murah juga," ujar Diah. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar