𝗔𝗽𝗶 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝗸𝘀 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗸𝘀𝗶𝗿 𝗥𝗽 𝟭,𝟱 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 11 Juli 2026

𝗔𝗽𝗶 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝗸𝘀 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗸𝘀𝗶𝗿 𝗥𝗽 𝟭,𝟱 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

Api Melalap Kompleks Pura Puseh di Nusa Penida, Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Kebakaran melanda Pura Puseh di Desa Adat Nyuh Kukuh, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Jumat (10/7/2026) siang. Insiden tersebut menghanguskan sembilan palinggih dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Palinggih yang mengalami kerusakan berat meliputi Meru Tumpang Pitu, Palinggih Penyimpanan, Palinggih Pengaruman, Gedong Mas Catu, Gedong Mas Cari, Gedong Menjangan Seluang, Gedong Saraswati, Gedong Harta, dan Gedong Taksu.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 14.00 Wita setelah melihat kepulan asap hitam pekat dari area pura. Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran dan warga setempat segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menjelaskan kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan palinggih menggunakan material yang mudah terbakar.

"Api dengan cepat membesar karena sebagian besar atap pelinggih berbahan mudah terbakar seperti ijuk (duk) dan kayu," ujar Kesuma.

Proses pemadaman berlangsung cukup panjang. Polisi, petugas damkar, dan masyarakat bahu-membahu menjinakkan api yang terus berkobar di tengah embusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api ke sejumlah bangunan suci di kawasan pura.

Setelah upaya pemadaman selama kurang lebih tiga setengah jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerusakan yang ditimbulkan tergolong cukup besar.

"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak sembilan pelinggih mengalami kerusakan berat," imbuh Kesuma.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu sisa pembakaran banten setelah pelaksanaan upacara keagamaan yang belum sepenuhnya padam. Percikan api kemudian tertiup angin kencang dan merembet ke atap berbahan ijuk hingga memicu kebakaran besar.

Polisi mengimbau masyarakat dan pengempon pura untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api terbuka, terutama setelah pelaksanaan upacara adat maupun keagamaan.

"Kesigapan dan kebersamaan seluruh pihak menjadi kunci dalam mengendalikan situasi. Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan api benar-benar padam guna mencegah kejadian serupa," tegas Kesuma. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar